Chandra

101 Posts
PP 20/2026 Permanenkan Tarif Pajak UMKM, Sektor Digital Masuk Rezim Normal

PP 20/2026 Permanenkan Tarif Pajak UMKM, Sektor Digital Masuk Rezim Normal

garudaglobal.net — Pemerintah resmi mengundangkan PP Nomor 20 Tahun 2026 pada 22 April 2026, menetapkan tarif PPh Final UMKM 0,5% berlaku permanen bagi wajib pajak orang pribadi dan perseroan perorangan. Kebijakan ini berlaku surut sejak 1 Januari 2026, memberi kepastian fiskal yang signifikan bagi sektor usaha kecil. PP 20/2026 menggantikan PP 55/2022 dengan perubahan substansial. Orang pribadi dan perseroan perorangan kini bebas dari batas waktu pemanfaatan tarif final. Koperasi tetap dibatasi maksimal empat tahun sejak terdaftar, dengan masa transisi hingga 2029 bagi yang sudah eksis sebelum aturan baru. Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menegaskan pada 21 November 2025: "Wajib pajak badan…
Read More
DJP Banten Blokir Rp330 Miliar, Target Pajak Kian Ketat

DJP Banten Blokir Rp330 Miliar, Target Pajak Kian Ketat

garudaglobal.net — Kanwil DJP Banten memblokir 84 rekening wajib pajak pada 18–22 Mei 2026 dengan nilai tunggakan Rp330,6 miliar. Kepala Kanwil DJP Banten Aim Nursalim Saleh mengumumkan langkah ini pada konferensi pers di Serang, 26 Mei 2026. Operasi melibatkan 12 KPP dan 15 bank nasional. Gerakan bertajuk “Gerak Serentak Penagihan Pajak: Cepat, Tepat dan Berdampak” menjadi bagian dari strategi fiskal agresif untuk menjaga penerimaan negara. Instrumen Hukum dan Kepatuhan Pemblokiran dilakukan setelah serangkaian Surat Teguran dan Surat Paksa tidak diindahkan. Sesuai UU PPSP dan PMK Nomor 61 Tahun 2023, bank wajib menahan dana sesuai jumlah utang pajak dan melaporkan saldo…
Read More
Rupiah Tertekan, Kurs Pajak Picu Beban Impor

Rupiah Tertekan, Kurs Pajak Picu Beban Impor

garudaglobal.net — Kementerian Keuangan menetapkan kurs pajak dolar AS melalui KMK No. 23/MK/EF.2/2026 pada 27 Mei 2026, berlaku hingga 2 Juni 2026. Kurs ini menjadi acuan resmi pelunasan bea masuk, PPN, PPnBM, bea keluar, dan PPh ekspor-impor. Tren kurs pajak USD terus meningkat sejak Januari 2026, dari Rp16.777 menjadi Rp17.294 pada 6–12 Mei 2026. Kurs Jisdor 19 Mei 2026 menembus Rp17.719, sementara kurs spot 25 Mei 2026 melampaui Rp17.700. "Masalah utama bukan defisit perdagangan, melainkan arus modal keluar," kata Pranjul Bhandari, Managing Director dan ASEAN Economist HSBC, Januari 2026. Dampak Fiskal dan Perdagangan Kenaikan kurs pajak meningkatkan beban PPN impor…
Read More
Sentralisasi Ekspor Sawit Hambat Rantai Pasok dan Kepercayaan Global

Sentralisasi Ekspor Sawit Hambat Rantai Pasok dan Kepercayaan Global

garudaglobal.net — Kebijakan sentralisasi perdagangan melalui penunjukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai BUMN eksportir tunggal memicu guncangan pasar logistik global dan menekan harga minyak sawit mentah (CPO) di bursa berjangka nasional sejak Rabu, 20 Mei 2026. Langkah proteksionisme ini langsung direspons dengan aksi korporasi defensif dari para pembeli internasional. Reputasi kepastian pengiriman yang dibangun sektor swasta kini menghadapi ketidakpastian. Eksosistem ekspor yang rigid tanpa mitigasi manajemen risiko yang matang berpotensi merusak hubungan dagang jangka panjang. Buyer global mulai mengalihkan kontrak pembelian ke komoditas substitusi. Buyer internasional membeli bukan hanya karena barang tersedia, tetapi karena adanya kepastian pengiriman, kualitas, pembiayaan, manajemen…
Read More
Skandal Under-Invoicing CPO: Kebocoran Devisa US$908 Miliar dan Strategi Trader Tunggal

Skandal Under-Invoicing CPO: Kebocoran Devisa US$908 Miliar dan Strategi Trader Tunggal

garudaglobal.net — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membongkar skandal manipulasi faktur dagang (under invoicing) yang melibatkan 10 korporasi sawit skala besar saat menghadap Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (21/5/2026). Praktik ini mengancam stabilitas makroekonomi nasional. Kemenkeu menemukan indikasi penyusutan pendapatan domestik secara masif melalui skema *transfer pricing*. Berdasarkan hasil uji petik acak pada tiga pengapalan, korporasi secara sengaja menekan harga jual di dalam negeri untuk menghindari kewajiban pajak. Managing Director Stakeholders Management and Communication Danantara, Rohan Hafas, menjelaskan dalam konferensi pers pada Rabu (20/5/2026) bahwa dana hasil ekspor tersebut dialihkan ke *shell company* di luar…
Read More
Restrukturisasi Ekspor SDA: Danantara Bentuk DSI Pimpinan Eks Eksekutif Vale

Restrukturisasi Ekspor SDA: Danantara Bentuk DSI Pimpinan Eks Eksekutif Vale

garudaglobal.net — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bergerak cepat mengeksekusi mandat sentralisasi niaga dengan mengesahkan pendirian PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) melalui SK Kemenkumham di Jakarta pada Selasa (19/5/2026). Langkah korporasi ini mempertegas komitmen pemerintah untuk menguasai jalur distribusi ekspor tiga komoditas andalan senilai US$65 miliar per tahun. Langkah strategis ini menandai era baru dalam tata kelola komoditas ekstraktif nasional. Struktur kepemilikan DSI dikendalikan 99 persen oleh PT Danantara Investment Management, sementara Pemerintah RI memegang satu lembar saham Seri B sebagai pengendali hak veto penentu kebijakan. Manajemen Danantara mempercayakan posisi Direktur Utama DSI kepada Luke Thomas Mahony, mantan Chief Strategy…
Read More
Danantara Sentralisasi Ekspor SDA Dan Target Penerimaan US$65 Miliar

Danantara Sentralisasi Ekspor SDA Dan Target Penerimaan US$65 Miliar

garudaglobal.net — Pemerintah Indonesia resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam strategis dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta pada Rabu (20/5/2026). Kebijakan restrukturisasi perdagangan ini mewajibkan seluruh transaksi penjualan komoditas utama ke luar negeri dilakukan melalui mekanisme tunggal via BUMN yang ditunjuk. Langkah proteksionisme negara ini menyasar tiga komoditas ekspor andalan dengan estimasi nilai agregat devisa mencapai US$65 miliar atau setara Rp1.100 triliun per tahun. Koridor baru ini secara otomatis mengubah kalkulasi bisnis sektor ekstraktif domestik. Data Administrasi Hukum Umum mengonfirmasi pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai kendaraan eksekusi pada 19 Mei 2026.…
Read More
IHSG Merosot ke Level Terendah 2026, Sektor Energi dan Bahan Baku Ambruk

IHSG Merosot ke Level Terendah 2026, Sektor Energi dan Bahan Baku Ambruk

garudaglobal.net — Tekanan jual masif melanda pasar modal domestik pada perdagangan Rabu siang, 20 Mei 2026, hingga menyeret IHSG ke level terendah baru tahun ini di posisi 6.282,15. Pada penutupan Sesi I, indeks acuan bursa melemah 1,49 persen ke level 6.275 akibat kejatuhan masif yang melanda sektor energi dan bahan baku secara bersamaan. Koreksi tajam pada dua sektor penopang bursa tersebut dipicu oleh aksi lepas aset portofolio oleh investor di tengah depresiasi rupiah yang menembus Rp17.730 per dolar AS. Penurunan indeks sektoral ini mencerminkan tingginya sensitivitas emiten komoditas terhadap fluktuasi nilai tukar dan biaya logistik global. Data perdagangan mencatat sektor…
Read More
Krisis Insentif Samsung Ancam Pasokan HBM Global dan Keuntungan Vendor AI

Krisis Insentif Samsung Ancam Pasokan HBM Global dan Keuntungan Vendor AI

garudaglobal.net — Rencana mogok massal karyawan Samsung divisi semikonduktor selama 18 hari ke depan menempatkan rantai pasok teknologi global dalam risiko volatilitas tinggi. Sebanyak 50.000 pekerja manufaktur memori terbesar di dunia ini bersiap menghentikan operasional mulai Kamis, 21 Mei 2026, setelah negosiasi kompensasi di Sejong buntu. Konflik industrial ini berpotensi memicu guncangan hebat pada pasokan High Bandwidth Memory yang menjadi jantung pemrosesan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dunia. Eskalasi internal ini didorong oleh aksi korporasi rival terdekat, SK Hynix, yang resmi menghapus kebijakan batas atas pembayaran bonus pada September 2025. Perubahan regulasi kompetitor tersebut diproyeksikan mendongkrak bonus per kapita pekerja SK…
Read More
Rupiah Depresiasi Rp17.600, DPR Pertanyakan Efektivitas Amunisi Moneter BI

Rupiah Depresiasi Rp17.600, DPR Pertanyakan Efektivitas Amunisi Moneter BI

GarudaGlobal.net — Komisi XI DPR RI mempertanyakan efektivitas bauran kebijakan moneter Bank Indonesia setelah seluruh instrumen intervensi pasar yang dikerahkan gagal menahan depresiasi rupiah yang menembus level Rp17.600 per dolar AS dalam rapat kerja di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026. Parlemen menyoroti inefisiensi alokasi modal penyeimbang mengingat tekanan terhadap nilai tukar tetap berlanjut di tengah agresivitas bank sentral. Aksi jual masif di pasar keuangan domestik dinilai belum mampu diredam oleh penerbitan instrumen jangka pendek berimbal hasil tinggi. Tekanan eksternal akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah terbukti mempercepat arus modal keluar dari pasar berkembang. DPR mengkhawatirkan dampak transmisi pelemahan kurs ini…
Read More