Ekonomi Indonesia

Rupiah Depresiasi Rp17.600, DPR Pertanyakan Efektivitas Amunisi Moneter BI

Rupiah Depresiasi Rp17.600, DPR Pertanyakan Efektivitas Amunisi Moneter BI

GarudaGlobal.net — Komisi XI DPR RI mempertanyakan efektivitas bauran kebijakan moneter Bank Indonesia setelah seluruh instrumen intervensi pasar yang dikerahkan gagal menahan depresiasi rupiah yang menembus level Rp17.600 per dolar AS dalam rapat kerja di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026. Parlemen menyoroti inefisiensi alokasi modal penyeimbang mengingat tekanan terhadap nilai tukar tetap berlanjut di tengah agresivitas bank sentral. Aksi jual masif di pasar keuangan domestik dinilai belum mampu diredam oleh penerbitan instrumen jangka pendek berimbal hasil tinggi. Tekanan eksternal akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah terbukti mempercepat arus modal keluar dari pasar berkembang. DPR mengkhawatirkan dampak transmisi pelemahan kurs ini…
Read More
Sentralisasi Ekonomi Danantara: Potensi Risiko Off-Budget Spending

Sentralisasi Ekonomi Danantara: Potensi Risiko Off-Budget Spending

garudaglobal.net — Konsolidasi aset negara skala masif melalui pembentukan badan super-holding Danantara serta restrukturisasi pengelolaan BUMN menjadi klaster utama yang dikritik secara tajam oleh pengamat pasar modal internasional pada pertengahan Mei 2026. Langkah pemusatan kendali ekonomi ini dinilai berisiko mereduksi transparansi keuangan publik. Laporan analisis pasar global menggarisbawahi bahwa konsentrasi kekuasaan politik dan ekonomi yang berpusat pada lembaga baru ini, dipadukan dengan kekhawatiran pelemahan independensi Bank Indonesia, berpotensi memicu timbulnya aktivitas belanja di luar anggaran resmi negara (off-budget spending) yang sulit diawasi secara ketat. Para analis makroekonomi menilai bahwa pergeseran regulasi ini memperlemah fungsi pengawasan legislatif terhadap pengelolaan aset strategis…
Read More

Kurs APBN Jebol: Defisit Fiskal Membengkak Dipicu Lonjakan Brent-WTI

garudaglobal.net — Postur fiskal anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2026 menghadapi risiko pembengkakan defisit yang serius setelah kurs rupiah ambruk ke level Rp17.612 per dolar AS pada perdagangan Jumat (15/5). Tekanan ganda ini kian memburuk seiring lonjakan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi geopolitik di Selat Hormuz. Kombinasi jatuhnya nilai tukar dan melambungnya komoditas energi membuat realisasi asumsi makro melesat jauh dari koridor aman yang ditetapkan pemerintah. Situasi ini memaksa para pelaku pasar dan korporasi bersiap menghadapi potensi kenaikan inflasi dari komponen biaya impor bahan baku industri. Ketidakpastian geopolitik global kini bertransformasi menjadi ancaman langsung bagi stabilitas fiskal domestik.…
Read More
Paradoks Likuiditas Perbankan: Rp 2.527 Triliun Kredit Gagal Terserap

Paradoks Likuiditas Perbankan: Rp 2.527 Triliun Kredit Gagal Terserap

garudaglobal.net — Sektor perbankan Indonesia menghadapi tantangan efisiensi modal setelah Bank Indonesia melaporkan nilai fasilitas kredit yang tidak ditarik (undisbursed loan) mencapai Rp 2.527,46 triliun pada Maret 2026. Meskipun pertumbuhan kredit secara tahunan tetap terjaga di angka 9,49 persen, besarnya dana menganggur ini mengindikasikan adanya hambatan serius pada sisi permintaan (demand-side) di pasar domestik. Likuiditas yang melimpah, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,85 persen, gagal dikonversi secara maksimal menjadi aktivitas produktif oleh para debitur. Kondisi ini menciptakan jurang antara ketersediaan modal di sektor keuangan dengan kebutuhan operasional di lapangan yang masih tertahan oleh sentimen…
Read More