08
Jun
GarudaGlobal.net — Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan menyusul koreksi Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 36 persen dari puncaknya disertai aksi jual bersih aset domestik oleh investor asing pada Minggu 7 Juni 2026. Fenomena ini mengindikasikan pasar sedang melakukan penyesuaian ulang terhadap premi risiko investasi. Meskipun indikator makroekonomi seperti pertumbuhan GDP dan kesehatan sektor perbankan tetap positif, investor menuntut kompensasi valuasi yang lebih murah. Faktor ketidakpastian tata kelola domestik kini memberikan bobot tekanan yang lebih besar dibanding sentimen suku bunga global. Founder Republik Investor Hendra Wardana menganalisis pergeseran fokus para pengelola dana global dalam menilai eksposur mereka di pasar berkembang. “Risiko…
