05
Jun
garudaglobal.net — Presiden Prabowo Subianto memperketat pengawasan fiskal terhadap anggaran penunjang pemenuhan pangan nasional dengan menginstruksikan audit investigatif menyeluruh oleh lembaga audit negara di Jakarta pada Rabu (3/6/2026). Langkah ini menyusul adanya anomali operasional internal. Intervensi dini terhadap pengelolaan anggaran program prioritas menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan kepercayaan pasar. Penegakan tata kelola yang bersih berimplikasi langsung terhadap efisiensi belanja modal pemerintah. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya secara aktif merespons laporan penyimpangan dengan melibatkan otoritas intelijen keuangan secara langsung. “Waktu saya mendapat laporan-laporan itu, saya panggil Kepala BPKP dan juga Kepala PPATK, saya tanya, tolong saya mendapat…
