Dadan Hindayana

Mitigasi Risiko Anggaran MBG: Presiden Mobilisasi BPKP dan PPATK

Mitigasi Risiko Anggaran MBG: Presiden Mobilisasi BPKP dan PPATK

garudaglobal.net — Presiden Prabowo Subianto memperketat pengawasan fiskal terhadap anggaran penunjang pemenuhan pangan nasional dengan menginstruksikan audit investigatif menyeluruh oleh lembaga audit negara di Jakarta pada Rabu (3/6/2026). Langkah ini menyusul adanya anomali operasional internal. Intervensi dini terhadap pengelolaan anggaran program prioritas menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan kepercayaan pasar. Penegakan tata kelola yang bersih berimplikasi langsung terhadap efisiensi belanja modal pemerintah. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya secara aktif merespons laporan penyimpangan dengan melibatkan otoritas intelijen keuangan secara langsung. “Waktu saya mendapat laporan-laporan itu, saya panggil Kepala BPKP dan juga Kepala PPATK, saya tanya, tolong saya mendapat…
Read More
Mitigasi Risiko Operasional MBG, Prabowo Rombak Total Manajemen BGN

Mitigasi Risiko Operasional MBG, Prabowo Rombak Total Manajemen BGN

GarudaGlobal.net — Kepemimpinan makro program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami guncangan hebat setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa malam, 2 Juni 2026. Langkah korektif ini diambil mendadak usai peninjauan lapangan siang hari di Jakarta, menyusul pembekuan massal 30,1 persen rantai pasok dapur umum. Sebanyak 8.182 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) resmi di-suspend akibat kegagalan pemenuhan standar keamanan pangan nasional. Ketidakmampuan manajemen lama memitigasi risiko keracunan massal di 31 provinsi memicu evaluasi struktural skala penuh oleh Istana. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak ragu mengorbankan sekutu birokratis demi mengamankan kepastian investasi…
Read More
Efiensi Anggaran BGN Disorot: Risiko Fiskal Belanja Non-Pangan

Efiensi Anggaran BGN Disorot: Risiko Fiskal Belanja Non-Pangan

garudaglobal.net — Badan Gizi Nasional (BGN) memicu kekhawatiran pelaku pasar dan pengamat kebijakan publik setelah laporan belanja April 2026 menunjukkan pengadaan barang penunjang yang tidak kompetitif secara ekonomi. Sorotan utama tertuju pada pengadaan tablet Samsung Galaxy Tab Active 5 dengan pagu Rp17,9 juta per unit, yang menciptakan anomali harga hampir 100% dibandingkan harga pasar di level Rp8 jutaan. Total nilai kontrak sebesar Rp508,4 miliar ini dinilai menciptakan risiko inefisiensi fiskal di tengah mandat utama lembaga untuk mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang padat modal. "Tahun lalu sempat kami tolak untuk beli motor dan komputer karena fokus utama seharusnya ke…
Read More