15
Jul
garudaglobal.net — Kementerian Komunikasi dan Digital mendesak industri perbankan nasional memperketat penerapan prinsip Know Your Customer guna memutus rantai pasokan likuiditas judi online pada Selasa (14/7/2026). Langkah pengetatan ini menyusul temuan modus penyalahgunaan rekening bank milik kelompok masyarakat ekonomi lemah sebagai instrumen penampung transaksi ilegal. Pendekatan ini dinilai krusial mengingat fungsi strategis rekening tersebut sebagai pengelola arus kas utama operator judi. Ancaman Risiko Reputasi dan Keamanan Perbankan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan dalam OJK Banking Forum 2026 bahwa pelaku memanfaatkan celah verifikasi dengan memberikan insentif finansial kecil berkisar Rp 100.000 hingga Rp 500.000 kepada warga awam. Rekening penampung…
