Komdigi

Komdigi Desak Perbankan Perketat KYC Guna Potong Likuiditas Judol

Komdigi Desak Perbankan Perketat KYC Guna Potong Likuiditas Judol

garudaglobal.net — Kementerian Komunikasi dan Digital mendesak industri perbankan nasional memperketat penerapan prinsip Know Your Customer guna memutus rantai pasokan likuiditas judi online pada Selasa (14/7/2026). Langkah pengetatan ini menyusul temuan modus penyalahgunaan rekening bank milik kelompok masyarakat ekonomi lemah sebagai instrumen penampung transaksi ilegal. Pendekatan ini dinilai krusial mengingat fungsi strategis rekening tersebut sebagai pengelola arus kas utama operator judi. Ancaman Risiko Reputasi dan Keamanan Perbankan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan dalam OJK Banking Forum 2026 bahwa pelaku memanfaatkan celah verifikasi dengan memberikan insentif finansial kecil berkisar Rp 100.000 hingga Rp 500.000 kepada warga awam. Rekening penampung…
Read More
Skandal Moralitas Istana: Efek Sentimen Negatif terhadap Investasi Politik

Skandal Moralitas Istana: Efek Sentimen Negatif terhadap Investasi Politik

garudaglobal.net — Stabilitas politik di lingkaran utama kepresidenan menghadapi guncangan baru setelah tokoh senior Amien Rais melontarkan kritik keras terkait integritas moral Sekretaris Kabinet pada 30 April 2026. Tudingan yang disampaikan melalui kanal digital tersebut menargetkan personalitas Seskab Teddy Indra Wijaya, yang dinilai Amien telah mereduksi martabat profesionalisme institusi kepresidenan Indonesia. Isu ini berpotensi menjadi liabilitas politik bagi pemerintahan Prabowo Subianto jika tidak segera dimitigasi, mengingat peran krusial Seskab dalam orkestrasi kebijakan nasional dan hubungan antarlembaga. "Saya usulkan, Bapak Prabowo secara kesatria, tegas dan meyakinkan, melepaskan diri dari lendotannya si Teddy," tegas Amien Rais dalam paparan videonya, Kamis (30/4/2026). Ketegangan…
Read More
Indonesia Adopsi Registrasi SIM Berbasis Wajah, Sejajarkan Diri dengan Standar Keamanan Global

Indonesia Adopsi Registrasi SIM Berbasis Wajah, Sejajarkan Diri dengan Standar Keamanan Global

GarudaGlobal.net – Komdigi menargetkan penerapan registrasi SIM berbasis face recognition mulai 2026, langkah yang membawa Indonesia lebih dekat ke standar keamanan identitas global. Kebijakan ini merespons naiknya kejahatan digital dan ketimpangan verifikasi kartu SIM. Dirjen Ekosistem Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menyebut masa transisi akan berlangsung satu tahun. “Sekarang sifatnya masih sukarela,” ujarnya, Jumat (14/11/2025). Komdigi mencatat 315 juta kartu SIM aktif, angka yang menandai risiko penyalahgunaan identitas pada level nasional. Menteri Meutya Hafid menegaskan disiplin KYC. “Per-NIK maksimal tiga nomor,” ucapnya, 15 Mei 2025. Aturan baru mewajibkan verifikasi wajah untuk pelanggan baru. Pengguna di bawah 17 tahun memakai biometrik kepala…
Read More