OJK

Komdigi Desak Perbankan Perketat KYC Guna Potong Likuiditas Judol

Komdigi Desak Perbankan Perketat KYC Guna Potong Likuiditas Judol

garudaglobal.net — Kementerian Komunikasi dan Digital mendesak industri perbankan nasional memperketat penerapan prinsip Know Your Customer guna memutus rantai pasokan likuiditas judi online pada Selasa (14/7/2026). Langkah pengetatan ini menyusul temuan modus penyalahgunaan rekening bank milik kelompok masyarakat ekonomi lemah sebagai instrumen penampung transaksi ilegal. Pendekatan ini dinilai krusial mengingat fungsi strategis rekening tersebut sebagai pengelola arus kas utama operator judi. Ancaman Risiko Reputasi dan Keamanan Perbankan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan dalam OJK Banking Forum 2026 bahwa pelaku memanfaatkan celah verifikasi dengan memberikan insentif finansial kecil berkisar Rp 100.000 hingga Rp 500.000 kepada warga awam. Rekening penampung…
Read More
Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK: Restorasi Kepercayaan Investor Global

Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK: Restorasi Kepercayaan Investor Global

garudaglobal.net — Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 pada Kamis (12/3). Langkah strategis ini merupakan respons cepat otoritas untuk mengisi kekosongan kepemimpinan pasca pengunduran diri massal jajaran pimpinan OJK dan BEI pada akhir Januari lalu. Friderica, yang memiliki latar belakang kuat di industri pasar modal, kini mengemban misi berat untuk memulihkan kredibilitas sektor keuangan Indonesia di mata investor internasional. Menghalau Risiko Penurunan Status Pasar Frontier Fokus utama kepemimpinan baru ini adalah menyelesaikan kemelut transparansi data free float yang memicu peringatan keras dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).…
Read More
Pelanggaran Integritas Pasar: Bareskrim Menuntut Eksekutif Narada atas Manipulasi

Pelanggaran Integritas Pasar: Bareskrim Menuntut Eksekutif Narada atas Manipulasi

GarudaGlobal.net — Integritas pasar modal Indonesia berada dalam sorotan setelah Bareskrim Polri membongkar skandal manipulasi pasar yang melibatkan PT Narada Asset Manajemen pada Rabu (4/2/2026). Kasus ini mencerminkan tantangan besar dalam menjaga transparansi bursa, di mana praktik perdagangan semu digunakan untuk memanipulasi persepsi investor terhadap kinerja aset-aset tertentu. Brigjen Ade Safri Simanjuntak, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, mengungkapkan bahwa modus operandi yang digunakan adalah pemanfaatan underlying asset reksa dana dari saham proyek internal. Melalui jaringan afiliasi dan nominee, pihak perusahaan menciptakan lonjakan harga yang bersifat artifisial, yang berpotensi menyesatkan pengambilan keputusan investasi. "Temuan ini mengarah pada indikasi praktik…
Read More