DPR

Revisi UU Polri: Potensi Risiko Ekspansi Kewenangan di Sektor Siber

Revisi UU Polri: Potensi Risiko Ekspansi Kewenangan di Sektor Siber

garudaglobal.net — Momentum revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia kini berada di titik krusial setelah Presiden Prabowo Subianto menyetujui rekomendasi Komisi Reformasi Polri pada 5 Mei 2026. Meskipun agenda demiliterisasi budaya kerja menjadi sorotan publik, sektor bisnis dan keamanan digital justru mencermati potensi ekspansi kewenangan Polri yang tertuang dalam draf inisiatif DPR tahun 2024. Regulasi ini berisiko mengubah lanskap tata kelola siber dan intelijen keamanan nasional secara signifikan. Salah satu poin paling kontroversial adalah pemberian wewenang penindakan dan pemutusan akses ruang siber demi kepentingan keamanan dalam negeri. Tanpa pengawasan yudisial yang ketat, kebijakan ini dapat…
Read More
Akses Udara Militer AS di Indonesia: Antara Urgensi Strategis dan Risiko Geopolitik

Akses Udara Militer AS di Indonesia: Antara Urgensi Strategis dan Risiko Geopolitik

garudaglobal.net — Posisi geografis Indonesia sebagai chokepoint utama antara Samudra Pasifik dan Hindia kini menjadi episentrum tarik-menarik kepentingan keamanan global pada Senin, 13 April 2026. Munculnya dokumen rahasia Pentagon mengenai usulan sistem blanket overflight menunjukkan ambisi Amerika Serikat untuk memperkuat jaringan proyeksi kekuatannya di tengah rivalitas yang kian memanas di kawasan. Secara profesional, akses lintas udara berbasis notifikasi tersebut akan meningkatkan efisiensi operasional militer AS dalam menanggapi krisis di Indo-Pasifik. Namun, bagi Indonesia, konsesi ini membawa risiko strategis tinggi karena dapat dianggap sebagai pergeseran dari kebijakan luar negeri yang berimbang, yang berpotensi memicu ketegangan diplomatik dengan mitra dagang utama seperti…
Read More
Kontrak Rp24,66 Triliun Pikap Kopdes dan Dampaknya ke Rantai Pasok

Kontrak Rp24,66 Triliun Pikap Kopdes dan Dampaknya ke Rantai Pasok

garudaglobal.net - Kontrak Rp24,66 triliun untuk pengadaan Pikap Kopdes sebanyak 105.000 unit bukan hanya transaksi kendaraan, melainkan keputusan bisnis yang berdampak langsung pada rantai pasok industri otomotif nasional. Skala proyek ini setara seperempat kapasitas produksi pikap domestik per tahun. PT Agrinas Pangan Nusantara mengontrak 35.000 unit Scorpio Pik Up dari Mahindra & Mahindra serta 70.000 unit dari Tata Motors, terdiri atas 35.000 Yodha Pick-Up dan 35.000 Ultra T.7 Light Truck. Nilai dan volumenya menjadikan proyek ini salah satu pengadaan kendaraan niaga terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyebut dampaknya strategis. “Dampaknya bukan hanya…
Read More