Rupiah

Rupiah Tertekan, Kurs Pajak Picu Beban Impor

Rupiah Tertekan, Kurs Pajak Picu Beban Impor

garudaglobal.net — Kementerian Keuangan menetapkan kurs pajak dolar AS melalui KMK No. 23/MK/EF.2/2026 pada 27 Mei 2026, berlaku hingga 2 Juni 2026. Kurs ini menjadi acuan resmi pelunasan bea masuk, PPN, PPnBM, bea keluar, dan PPh ekspor-impor. Tren kurs pajak USD terus meningkat sejak Januari 2026, dari Rp16.777 menjadi Rp17.294 pada 6–12 Mei 2026. Kurs Jisdor 19 Mei 2026 menembus Rp17.719, sementara kurs spot 25 Mei 2026 melampaui Rp17.700. "Masalah utama bukan defisit perdagangan, melainkan arus modal keluar," kata Pranjul Bhandari, Managing Director dan ASEAN Economist HSBC, Januari 2026. Dampak Fiskal dan Perdagangan Kenaikan kurs pajak meningkatkan beban PPN impor…
Read More

Kurs APBN Jebol: Defisit Fiskal Membengkak Dipicu Lonjakan Brent-WTI

garudaglobal.net — Postur fiskal anggaran pendapatan dan belanja negara tahun 2026 menghadapi risiko pembengkakan defisit yang serius setelah kurs rupiah ambruk ke level Rp17.612 per dolar AS pada perdagangan Jumat (15/5). Tekanan ganda ini kian memburuk seiring lonjakan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi geopolitik di Selat Hormuz. Kombinasi jatuhnya nilai tukar dan melambungnya komoditas energi membuat realisasi asumsi makro melesat jauh dari koridor aman yang ditetapkan pemerintah. Situasi ini memaksa para pelaku pasar dan korporasi bersiap menghadapi potensi kenaikan inflasi dari komponen biaya impor bahan baku industri. Ketidakpastian geopolitik global kini bertransformasi menjadi ancaman langsung bagi stabilitas fiskal domestik.…
Read More
Rupiah Jebol Level Psikologis Rp 17.500: Risiko Sistemik Selat Hormuz

Rupiah Jebol Level Psikologis Rp 17.500: Risiko Sistemik Selat Hormuz

garudaglobal.net — Tekanan terhadap nilai tukar rupiah mencapai titik kritis pada Selasa, 12 Mei 2026, setelah mata uang Garuda terjatuh ke level Rp 17.519 per dolar AS pada perdagangan intraday. Angka ini menandai posisi terlemah sepanjang sejarah pasar spot Indonesia, melampaui rekor krisis pandemi 2020, dipicu oleh kegagalan gencatan senjata AS-Iran yang mengancam stabilitas energi global. Kenaikan harga minyak Brent ke USD 104,51 per barel menciptakan efek domino bagi emiten domestik yang memiliki ketergantungan tinggi pada bahan baku impor dan eksposur utang valas. Pemerintah menghadapi tantangan kredibilitas fiskal mengingat kurs aktual saat ini telah melampaui asumsi APBN 2026 sebesar Rp…
Read More
Efisienkan Biaya Perdagangan, Indonesia Akselerasi Dedolarisasi Melalui LCT

Efisienkan Biaya Perdagangan, Indonesia Akselerasi Dedolarisasi Melalui LCT

garudaglobal.net — Indonesia secara agresif memperkuat posisi tawar ekonominya dengan memperluas kebijakan dedolarisasi bertahap guna meningkatkan efisiensi biaya transaksi perdagangan internasional dan stabilitas nilai tukar domestik. Melalui instrumen Local Currency Transaction (LCT), volume transaksi non-dolar pada periode Januari-Februari 2026 melonjak tajam 163 persen mencapai $8,45 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Diversifikasi mata uang ini menjadi langkah krusial bagi korporasi dan BUMN untuk memitigasi risiko volatilitas dolar AS, dengan realisasi partisipasi BUMN yang kini menyentuh angka 19 persen. Hingga April 2026, kerangka LCT telah terintegrasi dengan enam mitra dagang utama termasuk China, Jepang, dan Korea Selatan, yang memperkuat ekosistem…
Read More
Rial Iran Anjlok, Pemerintah Terapkan Harga Bensin Tiga Tingkat

Rial Iran Anjlok, Pemerintah Terapkan Harga Bensin Tiga Tingkat

GarudaGlobal.net - Tekanan krisis ekonomi memaksa Iran mengubah kebijakan subsidi energi setelah nilai rial Iran anjlok ribuan persen hingga Rabu (14/1). Di tengah kurs IRR yang menembus satu juta per dolar AS, pemerintah menerapkan skema harga bensin tiga tingkat demi menahan beban fiskal. Kebijakan ini diambil ketika inflasi domestik sudah menyentuh 42 persen. Subsidi BBM Tak Lagi Mampu Menahan Defisit Selama bertahun-tahun, rendahnya harga bahan bakar menjadi ciri khas ekonomi Iran. Namun ketika rial Iran runtuh, subsidi besar itu berubah menjadi beban berat bagi anggaran negara. Cadangan devisa terus menipis, sementara penerimaan dari ekspor minyak tertekan akibat sanksi internasional. Menurut…
Read More