CPO

PT MMS Tersangka, Transfer Pricing Sawit Guncang Ekonomi Global

PT MMS Tersangka, Transfer Pricing Sawit Guncang Ekonomi Global

garudaglobal.net — PT MMS ditetapkan sebagai tersangka kepabeanan pada November 2025 setelah operasi gabungan Bea Cukai dan Satgassus Polri menemukan 87 kontainer turunan CPO yang didaftarkan sebagai fatty matter. Nilai barang mencapai Rp28,7 miliar, namun hasil laboratorium menunjukkan ketidaksesuaian dokumen ekspor. Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama pada 6 November 2025 menyatakan: "Tersangka awal adalah PT MMS dan tentunya ada tiga perusahaan yang terafiliasi terkait kegiatan ini." Pemeriksaan DJP kemudian mengungkap keterlibatan 282 perusahaan dalam praktik serupa sejak 2021. Skema Manipulasi dan Transfer Pricing Modus pertama adalah misklasifikasi fatty matter oleh PT MMS. Modus kedua, manipulasi POME Oil sepanjang 2021–2024…
Read More
Sentralisasi Ekspor Sawit Hambat Rantai Pasok dan Kepercayaan Global

Sentralisasi Ekspor Sawit Hambat Rantai Pasok dan Kepercayaan Global

garudaglobal.net — Kebijakan sentralisasi perdagangan melalui penunjukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai BUMN eksportir tunggal memicu guncangan pasar logistik global dan menekan harga minyak sawit mentah (CPO) di bursa berjangka nasional sejak Rabu, 20 Mei 2026. Langkah proteksionisme ini langsung direspons dengan aksi korporasi defensif dari para pembeli internasional. Reputasi kepastian pengiriman yang dibangun sektor swasta kini menghadapi ketidakpastian. Eksosistem ekspor yang rigid tanpa mitigasi manajemen risiko yang matang berpotensi merusak hubungan dagang jangka panjang. Buyer global mulai mengalihkan kontrak pembelian ke komoditas substitusi. Buyer internasional membeli bukan hanya karena barang tersedia, tetapi karena adanya kepastian pengiriman, kualitas, pembiayaan, manajemen…
Read More
Skandal Under-Invoicing CPO: Kebocoran Devisa US$908 Miliar dan Strategi Trader Tunggal

Skandal Under-Invoicing CPO: Kebocoran Devisa US$908 Miliar dan Strategi Trader Tunggal

garudaglobal.net — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membongkar skandal manipulasi faktur dagang (under invoicing) yang melibatkan 10 korporasi sawit skala besar saat menghadap Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (21/5/2026). Praktik ini mengancam stabilitas makroekonomi nasional. Kemenkeu menemukan indikasi penyusutan pendapatan domestik secara masif melalui skema *transfer pricing*. Berdasarkan hasil uji petik acak pada tiga pengapalan, korporasi secara sengaja menekan harga jual di dalam negeri untuk menghindari kewajiban pajak. Managing Director Stakeholders Management and Communication Danantara, Rohan Hafas, menjelaskan dalam konferensi pers pada Rabu (20/5/2026) bahwa dana hasil ekspor tersebut dialihkan ke *shell company* di luar…
Read More
Disrupsi Selat Hormuz: Biaya Logistik Melambung, Ekspor Sawit Indonesia Tertekan

Disrupsi Selat Hormuz: Biaya Logistik Melambung, Ekspor Sawit Indonesia Tertekan

garudaglobal.net — Ketegangan geopolitik pasca-penutupan Selat Hormuz oleh Iran pada 28 Februari 2026 mulai memukul efisiensi perdagangan ekspor sawit Indonesia ke pasar internasional. Blokade jalur strategis ini telah menciptakan guncangan pada struktur biaya logistik dan mengancam posisi Indonesia dalam rantai pasok global ke kawasan Teluk yang bernilai miliaran dolar. Ketua DPW ALFI Lampung, Senoharto, mengungkapkan bahwa efek domino dari konflik ini telah menyebabkan pembatalan dan penangguhan kontrak pengiriman di berbagai daerah. “Banyak kontrak yang ditangguhkan. Kapal yang melewati perairan sekitar Iran enggan melakukannya,” ujar Senoharto dalam keterangannya kepada pers pada Selasa, 3 Maret 2026. Eskalasi Biaya dan Defisit Daya Saing…
Read More
Kementan dan Peluang Kelapa Sawit di Perdagangan Karbon Global

Kementan dan Peluang Kelapa Sawit di Perdagangan Karbon Global

garudaglobal.net - Kementan melihat peluang baru kelapa sawit Indonesia di perdagangan karbon global, seiring potensi 45,3 juta ton CO₂ per tahun dari skema carbon trading. Angka ini membuka dimensi ekonomi baru di luar ekspor konvensional minyak sawit. Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga, menyampaikan perhitungan tersebut dalam agenda media pada Maret 2026. Dengan asumsi harga karbon sekitar US$5 per ton, nilai ekonominya diperkirakan mencapai ratusan juta dolar per tahun. Pertanyaannya, bagaimana kelapa sawit dapat masuk sebagai instrumen perdagangan karbon yang kredibel di pasar global? Basis Produksi dan Skala Lahan Secara struktural, Indonesia memiliki sekitar 16,38 juta…
Read More