22
Jan
GarudaGlobal.net — Sebelum beras menjadi tolok ukur kesejahteraan, masyarakat Jawa membangun sistem pangan berbasis uwi dan umbi-umbian yang adaptif dan efisien secara ekologi. Sejarah ini kini kembali relevan di tengah tekanan pangan global. Data etnohistori menunjukkan bahwa sebelum berkembangnya sawah irigasi, uwi menjadi sumber karbohidrat utama. Umbi ini tumbuh di lahan kering tanpa ketergantungan infrastruktur besar, menjadikannya efisien dari sisi biaya dan risiko. Ekspansi sawah pada masa kerajaan agraris memang meningkatkan produksi beras, tetapi konsumsi beras kala itu masih terbatas. Beras berfungsi sebagai komoditas politik dan ritual, sementara rakyat tetap mengandalkan umbi. Transformasi struktural terjadi pada abad ke-19 ketika penjajahan…
