Kerusakan Hutan

Risiko R1000 dan Implikasi Bisnis dalam Banjir Sumatera

Risiko R1000 dan Implikasi Bisnis dalam Banjir Sumatera

garudaglobal.net - Banjir Sumatera akhir November 2025 memperlihatkan benturan antara standar mitigasi R50 dan realitas Cuaca Ekstrem kategori R700 hingga R1000. Kajian forensik CENAGO ITB menempatkan intensitas hujan 150 hingga lebih dari 300 milimeter per hari sebagai variabel yang melampaui asumsi desain infrastruktur pengendalian banjir. Secara teknis, sebagian besar sistem pengendali banjir dirancang untuk kejadian ulang sekitar 50 tahunan. Namun model probabilitas CENAGO menunjukkan peristiwa ini berada pada siklus 700 hingga 1.000 tahunan. Ketika Standar R50 Berhadapan dengan R1000 Koordinator Tim Riset CENAGO, Heri Andreas, menjelaskan skala presipitasi tersebut berada jauh di atas parameter mitigasi nasional. “Model probabilitas kami menunjukkan…
Read More
Negara Gugat Rp 4,8 T dan Cabut Izin 28 Perusahaan

Negara Gugat Rp 4,8 T dan Cabut Izin 28 Perusahaan

GarudaGlobal.net - Pemerintah mengambil tindakan ekstrem dengan membatalkan izin 28 perusahaan yang beroperasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat karena pelanggaran berat kawasan hutan. Langkah hukum ini diperkuat dengan gugatan perdata senilai Rp 4,8 triliun terhadap korporasi yang memicu bencana ekologis di wilayah tersebut. Dampak Fatal Pelanggaran Kehutanan Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang baru-baru ini menyapu wilayah Sumatera menjadi titik balik bagi kebijakan lingkungan nasional. Pemerintah tidak lagi memberikan toleransi terhadap eksploitasi lahan yang mengabaikan daya dukung alam. Audit investigasi secara kilat dilakukan untuk membedah penyebab di balik hancurnya ribuan hektare tutupan hutan. Hasilnya sangat mencengangkan dan…
Read More
Warisan Inlander Menguji Ketahanan Ekologi Indonesia

Warisan Inlander Menguji Ketahanan Ekologi Indonesia

GarudaGlobal.net — Istilah “inlander” yang diciptakan penjajah Belanda sejak abad ke-19 membentuk relasi kekuasaan yang masih terasa dalam tata kelola sumber daya alam Indonesia. Para analis melihat struktur inferioritas itu tercermin dalam kebijakan modern yang memberi ruang besar bagi ekspansi tambang dan industri ekstraktif. Industri Ekstraktif dan Risiko terhadap Stabilitas Lingkungan Ketua Auriga Nusantara Timer Manurung menyampaikan bahwa tekanan industri terhadap alam mencapai level yang mengganggu ketahanan lingkungan jangka panjang. “Kerusakan lingkungannya sangat menghancurkan. Deforestasi meningkat signifikan… sungai-sungai tercemar, mangrove ditebang, pesisir dan terumbu karang rusak akibat operasi smelter,” ujarnya kepada Environmental Health News. Aktivis lingkungan Rudi Putra memperingatkan bahwa…
Read More
Deforestasi Kalimantan–Papua Naik: Risiko Banjir Besar Indonesia Menguat

Deforestasi Kalimantan–Papua Naik: Risiko Banjir Besar Indonesia Menguat

GarudaGlobal.net — Lonjakan deforestasi di Kalimantan, Papua, dan Sulawesi menempatkan Indonesia pada risiko bencana hidrometeorologi berskala besar. Banjir bandang Sumatera 2025—yang menewaskan 744 orang dan menyebabkan lebih dari 1,1 juta pengungsi—menjadi preseden kuat atas kegagalan menjaga hulu DAS. Data Auriga Nusantara dan Forest Watch Indonesia (FWI) menunjukkan deforestasi nasional melonjak menjadi 257.384 hektare pada 2023. Kalimantan memimpin kehilangan hutan terbesar. Papua mencatat degradasi jangka panjang, sementara Sulawesi mengalami deforestasi puluhan ribu hektare dalam empat tahun. Tekanan struktural pada ekosistem Kalimantan kehilangan hutan akibat ekspansi sawit, tambang, dan proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk biomassa PLTU. Papua terdampak aktivitas HPH, sawit,…
Read More
UGM: Deforestasi Melemahkan Stabilitas Ekologis dan Picu Banjir Bandang Sumatera

UGM: Deforestasi Melemahkan Stabilitas Ekologis dan Picu Banjir Bandang Sumatera

GarudaGlobal.net — Peneliti Hidrologi Hutan dan Konservasi DAS UGM, Hatma Suryatmojo, menyampaikan bahwa banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 merupakan dampak langsung degradasi ekologis jangka panjang. Dalam rilis resmi, Rabu (3/12/2025), ia menegaskan bahwa tutupan hutan yang hilang menurunkan stabilitas hidrologis secara signifikan, sehingga hujan ekstrem yang hadir hanya berfungsi sebagai katalis. Hatma menjelaskan bahwa deforestasi besar-besaran di Sumatera telah mengubah karakter bentang alam. Aceh kehilangan lebih dari 700 ribu hektare hutan dalam 30 tahun terakhir. Sumatera Utara hanya menyimpan sekitar 29 persen tutupan hutan pada 2020, sebuah angka yang menunjukkan tingkat…
Read More
Zulhas Tegaskan Kebijakan Lahan Era 2009–2014 Tidak Bisa Dijadikan Kambing Hitam

Zulhas Tegaskan Kebijakan Lahan Era 2009–2014 Tidak Bisa Dijadikan Kambing Hitam

GarudaGlobal.net — Mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kebijakan pembukaan lahan pada masa jabatannya tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penjelasan itu ia sampaikan dalam podcast CURHAT BANG bersama Denny Sumargo yang tayang dan dikutip Rabu (3/12/2025). “Kalau saya dikatakan Indonesia rusak karena Zulkifli Hasan, saya tersanjung,” ujarnya. Ia menyebut narasi yang mengaitkan banjir Sumatera dengan satu figur adalah reduksi yang mengabaikan ekosistem kebijakan yang lebih luas. Menurut Zulhas, pembukaan lahan pada masanya berada dalam kerangka kebutuhan pangan nasional. Pada saat impor tinggi, pemerintah harus memastikan ketersediaan ruang produksi.…
Read More
Kritik Menguat Usai Banjir Sumatera: Ahli Nyatakan Sawit Tidak Setara dengan Hutan

Kritik Menguat Usai Banjir Sumatera: Ahli Nyatakan Sawit Tidak Setara dengan Hutan

GarudaGlobal.net — Gelombang banjir bandang di Sumatera Bagian Utara akhir November 2025 kembali memunculkan perdebatan mengenai peran deforestasi. Setelah Presiden Prabowo Subianto dalam Musrenbang 30 Desember 2024 menyebut kelapa sawit sebagai pohon dan mempertanyakan tudingan deforestasi, kini para ahli menyampaikan kritik tajam. Wong Ee Lynn, kontributor National Geographic Indonesia, menjelaskan bahwa hutan alam tidak sama dengan kebun monokultur. “Perkebunan monokultur harus menggunakan herbisida, insektisida, dan pupuk sintetis dalam jumlah besar,” tulisnya. Ia menilai sistem tersebut merusak kesuburan tanah dan menurunkan kualitas ekosistem. Kerusakan tanah sering terjadi setelah tanaman penutup hilang. Lynn menyebut kondisi itu membuat erosi meningkat karena lapisan organik…
Read More
Anhar Gonggong Sebut Perusak Hutan Sumatera Layak Dihukum Mati

Anhar Gonggong Sebut Perusak Hutan Sumatera Layak Dihukum Mati

GarudaGlobal.net — Sejarawan Anhar Gonggong mengeluarkan pernyataan tegas terkait kerusakan hutan yang memicu banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam video yang diunggah ke kanal YouTube @anhargonggongofficial dan dikutip Selasa (2/12/2025), ia menilai tindakan perusakan hutan telah menempatkan Indonesia dalam sorotan global, terutama berkaitan dengan tata kelola lingkungan dan komitmen perubahan iklim. “Hukuman mati paling pantas untuk pelaku perusakan lingkungan tersebut,” ujar Anhar. Ia menilai kerusakan hutan di Sumatera memperburuk citra Indonesia di mata dunia, terutama karena kawasan tersebut merupakan bagian penting dari ekosistem tropis global. Menurutnya, kehancuran bentang alam berarti hilangnya fungsi ekologis yang dikenali komunitas internasional…
Read More
Sorotan Global Menguat: Jejak Izin Era Zulhas Dinilai Berpengaruh pada Krisis Ekologis Sumatera

Sorotan Global Menguat: Jejak Izin Era Zulhas Dinilai Berpengaruh pada Krisis Ekologis Sumatera

GarudaGlobal.net - Banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara kembali menempatkan Indonesia dalam sorotan internasional terkait tata kelola hutannya. Publik dalam negeri mengaitkan bencana ini dengan kebijakan pelepasan kawasan hutan pada periode Zulkifli Hasan menjabat Menteri Kehutanan 2009–2014. Sorotan tersebut relevan mengingat isu deforestasi Indonesia telah lama berada di radar dunia, terutama setelah beberapa tahun terakhir tekanan global terhadap negara-negara pemilik hutan tropis meningkat. Diskusi warganet, termasuk unggahan akun @ootd_balqishumaira77 pada Senin (1/12/2025), memicu perhatian baru terhadap data Greenomics Indonesia. Laporan lembaga itu mencatat pelepasan kawasan hutan masa Zulkifli mencapai 1,64 juta hektare, tertinggi sejak era reformasi.…
Read More
Kayu Gelondongan Sumut: Sorotan Internasional pada Konsistensi Penegakan Hukum Kehutanan Indonesia

Kayu Gelondongan Sumut: Sorotan Internasional pada Konsistensi Penegakan Hukum Kehutanan Indonesia

GarudaGlobal.net - Viral kayu gelondongan di banjir Sumatra menyorot isu penting yang kini dibaca lintas batas: bagaimana konsistensi Indonesia dalam mengelola hutan dan memastikan penegakan hukum yang sejalan dengan standar global. Ahli matematika lulusan ITB, Alif Towew, menawarkan analisis fisika atas fenomena itu. Ia mempertanyakan apakah kayu tersebut memang tumbang alami seperti klaim pemerintah. “Mari kita hitung,” ujar Alif dalam videonya. Alif menjelaskan perbedaan massa jenis antara kayu lama dan kayu baru. Kayu lama akan mengapung lebih tinggi. Banyak kayu dalam video tampak mengapung tinggi, sehingga ia menilai kemungkinan kayu lama cukup besar. Bentuk kayu yang seragam dan tanpa ranting…
Read More