Anhar Gonggong Sebut Perusak Hutan Sumatera Layak Dihukum Mati

Anhar Gonggong

GarudaGlobal.net — Sejarawan Anhar Gonggong mengeluarkan pernyataan tegas terkait kerusakan hutan yang memicu banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam video yang diunggah ke kanal YouTube @anhargonggongofficial dan dikutip Selasa (2/12/2025), ia menilai tindakan perusakan hutan telah menempatkan Indonesia dalam sorotan global, terutama berkaitan dengan tata kelola lingkungan dan komitmen perubahan iklim.

Hukuman mati paling pantas untuk pelaku perusakan lingkungan tersebut,” ujar Anhar. Ia menilai kerusakan hutan di Sumatera memperburuk citra Indonesia di mata dunia, terutama karena kawasan tersebut merupakan bagian penting dari ekosistem tropis global. Menurutnya, kehancuran bentang alam berarti hilangnya fungsi ekologis yang dikenali komunitas internasional sebagai penyerap karbon alami.

Anhar menyoroti minimnya pengawasan pemerintah daerah terhadap operasi penebangan masif. “Kalau ketahuan (pelakunya), menurut saya langsung jatuhkan hukuman mati saja,” katanya. Ia menilai tindakan para pelaku menjadi ancaman bukan hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi reputasi Indonesia dalam diplomasi lingkungan.

Ia meminta pemerintah pusat turun tangan melakukan investigasi. “Orang seperti ini jangan diberi maaf,” ujarnya. Menurutnya, negara perlu menunjukkan ketegasan jika ingin mempertahankan kepercayaan internasional dalam agenda keberlanjutan.

Baca Juga :  Teror di Sydney, Polisi Australia Kerahkan Operasi Penuh

Sementara itu, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan KLHK mengungkap tujuh modus kejahatan kehutanan yang marak di Sumatera. Dalam rilis Selasa (2/12), Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, merinci modus mulai dari pemalsuan dokumen lahan hingga pengiriman kayu melebihi izin.

Dwi menegaskan bahwa pola pembalakan liar ini memperburuk kondisi hutan tropis Indonesia, yang memiliki peran strategis dalam komitmen global terhadap mitigasi perubahan iklim. Ia menyebut kerusakan hutan Sumatera sebagai alarm yang harus dijawab dengan penegakan hukum tegas untuk menjaga kredibilitas Indonesia di panggung dunia. (*)

By Eva