20
Apr
garudaglobal.net — Tokoh senior Jusuf Kalla mengambil langkah hukum tegas terhadap tuduhan keterlibatan finansial dalam investigasi ijazah Presiden Jokowi untuk memitigasi risiko reputasi dan stabilitas politik. Langkah ini merupakan respons profesional terhadap serangan disinformasi berbasis digital yang menudingnya sebagai penyandang dana (bohir) dalam polemik yang telah mendistorsi opini publik selama tiga tahun terakhir. JK secara resmi melaporkan pihak-pihak yang menyebarkan fitnah tersebut ke Bareskrim Polri guna memastikan kepastian hukum dan membersihkan namanya dari spekulasi ekonomi-politik yang liar. “Masa saya bayar orang Rp5 miliar untuk menyelidiki beliau. Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan. Itu penghinaan dan merugikan martabat saya,”…
