Blog

IHSG Anjlok ke 7.904, Level Psikologis 8.000 Jebol!

IHSG Anjlok ke 7.904, Level Psikologis 8.000 Jebol!

garudaglobal.net - Lantai bursa Indonesia dilanda aksi jual ekstrem yang membuat IHSG anjlok hingga menembus level psikologis di bawah 8.000 pada Senin (2/2/2026). Indeks kehilangan lebih dari 410 poin dalam sekejap, mengabaikan proyeksi positif otoritas fiskal yang sebelumnya yakin pasar akan bergerak menguat. Pelemahan Tajam di Bawah Level Pembukaan IHSG membuka perdagangan awal pekan ini pada level 8.306, namun momentum positif tersebut langsung sirna hanya beberapa menit setelah bel pembukaan berbunyi. Tekanan jual yang merata di berbagai sektor memaksa indeks meluncur bebas tanpa perlawanan berarti dari sisi beli. Berdasarkan data RTI, tepat pukul 10.30 WIB, posisi indeks sudah berada di…
Read More
Skandal Rp 285 T Pertamina: Riza Chalid Jadi Buron Utama

Skandal Rp 285 T Pertamina: Riza Chalid Jadi Buron Utama

garudaglobal.net - Kejaksaan Agung membongkar skandal mega korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina yang merugikan negara hingga Rp 285 triliun. Mohamad riza chalid ditetapkan sebagai salah satu tersangka kunci dari total 18 orang yang terseret dalam pusaran kasus penyewaan terminal BBM tersebut. Daftar 18 Tersangka Korupsi Pertamina Kasus besar ini menyeret nama-nama petinggi di jajaran anak usaha Pertamina hingga pihak swasta kelas kakap. Kejaksaan Agung hingga kini telah menetapkan total 18 orang sebagai tersangka dalam pusaran korupsi tata kelola minyak mentah periode 2018–2023. Beberapa nama pejabat teras muncul ke permukaan dan mengejutkan publik karena jabatan strategis yang mereka…
Read More
Direktur BEI Mundur, Sinyal Redam Kekhawatiran Investor

Direktur BEI Mundur, Sinyal Redam Kekhawatiran Investor

garudaglobal.net - Direktur BEI Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia pada Jumat (30/1/2026). Keputusan tersebut diambil setelah pasar modal bergejolak selama dua hari terakhir dan memicu kekhawatiran investor. Langkah mundur ini disebut sebagai upaya menjaga kepercayaan dan menenangkan psikologi pasar. Keputusan Direktur BEI dan Respons Pasar Pengunduran diri Direktur BEI terjadi di tengah meningkatnya sensitivitas investor terhadap berbagai sentimen negatif. Dalam kondisi pasar yang bergejolak, faktor psikologis kerap menjadi penentu arah pergerakan indeks saham. Direktur BEI menilai bahwa kejelasan sikap dari pucuk pimpinan bursa dapat mengurangi ketidakpastian. Meski perdagangan pagi hari menunjukkan perbaikan, ia…
Read More
Virus Nipah: Mengapa Hingga Kini Vaksinnya Belum Ada?

Virus Nipah: Mengapa Hingga Kini Vaksinnya Belum Ada?

garudaglobal.net - Penanganan virus Nipah di Indonesia masih menghadapi tantangan besar lantaran belum tersedianya vaksin maupun pengobatan spesifik untuk pasien terinfeksi hingga Kamis (29/1/2026). Meskipun angka fatalitas mencapai 70 persen, pengembangan terapi medis masih terkendala oleh langkanya kasus dan rumitnya tantangan uji klinis di lapangan. Kendala Medis dan Tingginya Angka Kematian Peneliti Ahli Utama Virologi BRIN, Niluh Putu Indi Dharmayanti, menegaskan bahwa hingga detik ini belum ada vaksin ataupun terapi antivirus spesifik untuk virus Nipah. Kondisi tersebut memaksa tenaga medis hanya mengandalkan perawatan suportif guna menyelamatkan nyawa pasien yang terinfeksi. "Penanganan kasus masih bergantung pada perawatan suportif sehingga pencegahan dan…
Read More
Uwi Ungu dan Ubi Ungu: Dua Tanaman, Dua Strategi Pangan

Uwi Ungu dan Ubi Ungu: Dua Tanaman, Dua Strategi Pangan

GarudaGlobal.net — Kemiripan warna antara uwi ungu dan ubi ungu kerap menutupi perbedaan mendasar yang penting dalam perencanaan pangan. Keduanya sering diperlakukan sebagai komoditas serupa, meski memiliki karakter biologis dan sejarah domestikasi yang berbeda. Uwi ungu (Dioscorea alata) merupakan tanaman rambat berumbi tunggal besar dengan siklus panen panjang. Ubi ungu (Ipomoea batatas) adalah tanaman menjalar yang cepat panen dan produktif. Perbedaan ini berdampak langsung pada strategi budidaya dan peran ekonomi masing-masing. Literatur botani menempatkan keduanya pada famili berbeda, menegaskan bahwa penyamaan istilah tidak memiliki dasar ilmiah. Dari sisi sejarah, Dioscorea tercatat sebagai pangan lama di Asia Tenggara, berfungsi sebagai cadangan…
Read More
Kurikulum sebagai Instrumen Kekuasaan di Indonesia

Kurikulum sebagai Instrumen Kekuasaan di Indonesia

GarudaGlobal.net—Kurikulum pendidikan di Indonesia sejak lama berfungsi sebagai instrumen strategis pembentuk sumber daya manusia. Sejarah menunjukkan, kurikulum tidak pernah disusun dalam ruang hampa, melainkan selalu berada dalam konteks kekuasaan dan kepentingan dominan. Pada masa penjajahan Belanda, pendidikan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan administratif kolonial. Sekolah seperti HIS, MULO, dan AMS membatasi akses dan isi pembelajaran. H.A.R. Tilaar dalam Kekuasaan dan Pendidikan (2009) mencatat sistem ini menjaga hierarki sosial demi stabilitas pemerintahan kolonial. Dokumen Kemendikbud RI tahun 2017 menyebut pendidikan kolonial bersifat instrumental dan tidak berorientasi pada pembangunan bangsa terjajah. Pendudukan Jepang menggeser orientasi kurikulum ke arah mobilisasi perang. Kajian Gudang Jurnal…
Read More
Arkeologi Pangan Nusantara: Uwi Sebelum Padi

Arkeologi Pangan Nusantara: Uwi Sebelum Padi

GarudaGlobal.net — Sejarah awal pertanian di Nusantara menunjukkan dominasi pangan umbi, khususnya uwi, sebelum padi sawah berkembang sebagai sistem produksi utama. Kajian prasejarah Asia Tenggara menempatkan uwi dalam fase neolitik. Peter Bellwood mencatat bahwa pada 4.500–2.500 tahun lalu, komunitas kepulauan Indonesia menanam uwi bersama sagu dan pisang. Pertanian padi sawah muncul sebagai fase lanjutan. Bukti Material dan Kronologi Analisis pati di Situs Kendenglembu dan Rejosari mengungkap pemanfaatan uwi bersama umbi lain. Studi Priyatno Hadi Sulistyarto dan Muasomah (2017) menunjukkan pola subsistensi berbasis umbi pada komunitas Austronesia menetap. Data kronologi memperlihatkan kontinuitas konsumsi umbi sebelum sawah irigasi menjadi infrastruktur produksi pangan.…
Read More
Ideologi Global dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

Ideologi Global dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

GarudaGlobal.net — Ideologi asing dalam pendidikan modern tidak bekerja melalui paksaan langsung. Ia beroperasi lewat standar pengetahuan, kurikulum, dan definisi tentang rasionalitas yang diterima sebagai norma universal. Kajian pendidikan kritis menempatkan sekolah sebagai instrumen strategis pembentukan kesadaran. Proses ini berlangsung sistematis, berulang, dan diterima sebagai rutinitas sejak usia dini. Dalam kerangka teori hegemoni, Antonio Gramsci menekankan bahwa dominasi paling stabil tercapai ketika nilai tertentu diterima secara sukarela. Ideologi menjadi bagian dari akal sehat publik. Pendekatan ini sejalan dengan analisis Louis Althusser, yang menyebut sekolah sebagai aparatus ideologis negara. Pendidikan membentuk kesadaran warga sebelum mereka terlibat dalam ruang politik dan ekonomi.…
Read More
Kediri Jalankan BINLAT Karakter, Kolaborasi Daerah Diperkuat

Kediri Jalankan BINLAT Karakter, Kolaborasi Daerah Diperkuat

GarudaGlobal.net—Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri bersama Pemerintah Kabupaten Kediri meluncurkan Pilot Project Pembinaan dan Pelatihan (BINLAT) serta Laboratorium Karakter Jati Diri Bangsa sebagai strategi penguatan kualitas sumber daya manusia. Program ini dijadwalkan dibuka pada Minggu, 25 Januari 2026. BINLAT dikaitkan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya pada agenda pembangunan manusia berkarakter dalam jangka panjang. BINLAT menyasar peserta lintas jenjang pendidikan dan usia. Pendekatan ini menunjukkan upaya sistematis membangun karakter bangsa secara inklusif dan berkelanjutan. Ketua Umum Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri, R.M. Suhardono, S.E., menyatakan dukungan terhadap agenda nasional tersebut.
“Sebagai warga negara Indonesia yang mencintai…
Read More
Sekolah Indonesia dalam Arus Ideologi Global

Sekolah Indonesia dalam Arus Ideologi Global

GarudaGlobal.net - Sejarah pendidikan Indonesia menunjukkan sekolah berperan sebagai kanal strategis masuknya ideologi asing, seiring perubahan kebijakan dan dinamika global yang memengaruhi kurikulum nasional. Sekolah kerap dianggap ruang netral. Namun kajian pendidikan kritis menempatkan pendidikan sebagai instrumen pembentukan nilai. Henry A. Giroux menegaskan pendidikan selalu berada dalam relasi kekuasaan, sebagaimana tertuang dalam Theory and Resistance in Education (2001). Fondasi Historis Pada masa penjajahan Belanda, sistem pendidikan dirancang untuk melayani kepentingan kolonial. Kurikulum berorientasi Eropa membentuk cara pandang yang memosisikan Barat sebagai standar kemajuan. Sejarawan UGM Prof. Dr. Agus Suwignyo menyebut pendidikan penjajahan berfungsi sebagai alat kontrol sosial. Pendidikan melahirkan kelompok…
Read More