16
Jan
GarudaGlobal.net—Thoriqoh Shiddiqiyyah menunjukkan bagaimana spiritualitas Islam dapat bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang berkelanjutan. Berakar pada peristiwa Isro’ Mi’roj, ajaran ini berkembang lintas wilayah dan zaman sebelum menemukan momentumnya kembali di Indonesia. Fondasi Shiddiqiyyah lahir dari sikap Abu Bakar Ash-Shiddiq yang membenarkan Isro’ Mi’roj tanpa ragu. Sikap ini membentuk etos kejujuran yang menjadi inti ajaran. Dalam sejarah, etos tersebut berkembang menjadi jalan tasawuf yang menekankan integritas batin dan konsistensi iman. Pada abad ke-9, Syekh Abu Yazid Al-Busthomi membawa Shiddiqiyyah ke masa keemasan. Di Iran dan Irak, ajaran ini menjadi bagian dari tatanan spiritual masyarakat. Kejujuran diposisikan sebagai fondasi relasi sosial dan…
