garudaglobal.net – Penanganan banjir Sumatera kini memasuki tahap pemulihan. Bantuan korban banjir difokuskan pada layanan kesehatan, psikososial, dan kompensasi hunian warga terdampak.
Sebulan setelah banjir melanda sejumlah wilayah di Sumatera, penanganan bencana menunjukkan pergeseran signifikan. Fokus bantuan kemanusiaan tidak lagi bertumpu pada logistik darurat, melainkan pada pemenuhan kebutuhan lanjutan yang bersifat berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, pemulihan kesehatan dan kondisi sosial masyarakat menjadi prioritas.
Di lapangan, kondisi pengungsian masih menyisakan persoalan mendasar. Secara faktual, akses air bersih, sanitasi, dan layanan kesehatan belum sepenuhnya pulih. Pendampingan psikososial juga dibutuhkan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.
Kebutuhan Pascabanjir dan Tantangan Lapangan
Human Initiative mencatat Kabupaten Aceh Tamiang sebagai salah satu wilayah dengan kebutuhan pascabencana yang masih mendesak. Pimpinan Human Initiative, Ferdiansyah, menegaskan bahwa sebagian kebutuhan dasar belum terpenuhi secara optimal.
“Kebutuhan korban masih banyak yang mendesak, seperti perlengkapan kebersihan, selimut, matras, kasur, serta layanan kesehatan dan dukungan psikososial bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan,” katanya melalui keterangan pers, Senin (12/1/2026).
Meski distribusi bantuan mulai merata, kendati demikian, tantangan pemulihan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Peran Kolaborasi dan Dukungan Layanan Kesehatan
Pada praktiknya, kolaborasi lintas organisasi menjadi faktor penting. ParagonCorp bersama sejumlah mitra kemanusiaan menyalurkan bantuan lanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan di wilayah terdampak.
Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan secara bertahap merupakan bagian dari strategi pemulihan. Salah satu langkah konkret ialah penyaluran genset 250 kVA ke RSUD Langsa untuk menjaga stabilitas layanan kesehatan rujukan.

Selain itu, pengiriman 30 ton bantuan logistik dari Jakarta ke Sumatera dilakukan melalui jalur udara dan darat. Dampaknya terasa, distribusi ke wilayah sulit dijangkau dapat dipercepat.
Kompensasi Hunian dan Dukungan Sosial
Di sisi lain, pemerintah melalui Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menyiapkan skema kompensasi rumah. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan mempercepat pemulihan dan mengurangi jumlah pengungsi.
Kementerian Sosial melengkapi upaya tersebut dengan bantuan dana berlapis, termasuk santunan, bantuan isian rumah, serta dukungan pemulihan ekonomi. Secara garis besar, bantuan korban banjir Sumatera kini diarahkan pada pemulihan menyeluruh yang terukur dan bertahap.
