Nasional

Deforestasi Kalimantan–Papua Naik: Risiko Banjir Besar Indonesia Menguat

Deforestasi Kalimantan–Papua Naik: Risiko Banjir Besar Indonesia Menguat

GarudaGlobal.net — Lonjakan deforestasi di Kalimantan, Papua, dan Sulawesi menempatkan Indonesia pada risiko bencana hidrometeorologi berskala besar. Banjir bandang Sumatera 2025—yang menewaskan 744 orang dan menyebabkan lebih dari 1,1 juta pengungsi—menjadi preseden kuat atas kegagalan menjaga hulu DAS. Data Auriga Nusantara dan Forest Watch Indonesia (FWI) menunjukkan deforestasi nasional melonjak menjadi 257.384 hektare pada 2023. Kalimantan memimpin kehilangan hutan terbesar. Papua mencatat degradasi jangka panjang, sementara Sulawesi mengalami deforestasi puluhan ribu hektare dalam empat tahun. Tekanan struktural pada ekosistem Kalimantan kehilangan hutan akibat ekspansi sawit, tambang, dan proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk biomassa PLTU. Papua terdampak aktivitas HPH, sawit,…
Read More
Tokoh Ormas Tekan Evaluasi WIUP, Soroti Risiko Tata Kelola dan Ekologi NU–Muhammadiyah

Tokoh Ormas Tekan Evaluasi WIUP, Soroti Risiko Tata Kelola dan Ekologi NU–Muhammadiyah

GarudaGlobal.net — Gelombang desakan agar NU dan Muhammadiyah mengevaluasi konsesi wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) menguat setelah bencana banjir dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025. Dua tokoh ormas Islam, Din Syamsuddin dan Savic Ali, menilai konsesi tambang menghadirkan risiko tata kelola yang tinggi serta potensi kerusakan lingkungan yang dapat memicu ketidakstabilan sosial. Din Syamsudin Ingatkan Risiko Tata Kelola Dalam pernyataan Senin (1/12/2025), Din meminta Muhammadiyah mempertimbangkan pengembalian WIUP. “Saya sejak awal menyarankan Muhammadiyah tidak terpengaruh oleh buaian Rezim Presiden Jokowi,” katanya. Din menekankan bahwa pengelolaan tambang membutuhkan kapasitas bisnis, mitigasi risiko, dan akuntabilitas…
Read More
Pemerintah Aktifkan Dukungan Nasional, Infrastruktur Vital Dipulihkan

Pemerintah Aktifkan Dukungan Nasional, Infrastruktur Vital Dipulihkan

GarudaGlobal.net — Pemerintah pusat mengonsolidasikan seluruh sumber daya untuk menangani bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan Presiden Prabowo Subianto telah memberi mandat untuk memastikan logistik, pendanaan, dan koordinasi berjalan tanpa hambatan. Ia menyampaikan hal itu di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/13). “Seluruh sumber daya nasional bekerja keras untuk penanganan,” kata Prasetyo. Ia memastikan ketersediaan pangan dan kelancaran distribusi BBM di daerah terdampak. Pendistribusian udara diterapkan di wilayah yang terisolasi. Stabilitas Anggaran Diutamakan Prasetyo menuturkan dana siap pakai pemerintah mencapai lebih dari Rp500 miliar. Presiden memberi instruksi untuk melakukan penambahan bila…
Read More
UGM: Deforestasi Melemahkan Stabilitas Ekologis dan Picu Banjir Bandang Sumatera

UGM: Deforestasi Melemahkan Stabilitas Ekologis dan Picu Banjir Bandang Sumatera

GarudaGlobal.net — Peneliti Hidrologi Hutan dan Konservasi DAS UGM, Hatma Suryatmojo, menyampaikan bahwa banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 merupakan dampak langsung degradasi ekologis jangka panjang. Dalam rilis resmi, Rabu (3/12/2025), ia menegaskan bahwa tutupan hutan yang hilang menurunkan stabilitas hidrologis secara signifikan, sehingga hujan ekstrem yang hadir hanya berfungsi sebagai katalis. Hatma menjelaskan bahwa deforestasi besar-besaran di Sumatera telah mengubah karakter bentang alam. Aceh kehilangan lebih dari 700 ribu hektare hutan dalam 30 tahun terakhir. Sumatera Utara hanya menyimpan sekitar 29 persen tutupan hutan pada 2020, sebuah angka yang menunjukkan tingkat…
Read More
Zulhas Tegaskan Kebijakan Lahan Era 2009–2014 Tidak Bisa Dijadikan Kambing Hitam

Zulhas Tegaskan Kebijakan Lahan Era 2009–2014 Tidak Bisa Dijadikan Kambing Hitam

GarudaGlobal.net — Mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kebijakan pembukaan lahan pada masa jabatannya tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penjelasan itu ia sampaikan dalam podcast CURHAT BANG bersama Denny Sumargo yang tayang dan dikutip Rabu (3/12/2025). “Kalau saya dikatakan Indonesia rusak karena Zulkifli Hasan, saya tersanjung,” ujarnya. Ia menyebut narasi yang mengaitkan banjir Sumatera dengan satu figur adalah reduksi yang mengabaikan ekosistem kebijakan yang lebih luas. Menurut Zulhas, pembukaan lahan pada masanya berada dalam kerangka kebutuhan pangan nasional. Pada saat impor tinggi, pemerintah harus memastikan ketersediaan ruang produksi.…
Read More
KLHK Investigasi Delapan Perusahaan Diduga Tekan Stabilitas DAS Batang Toru

KLHK Investigasi Delapan Perusahaan Diduga Tekan Stabilitas DAS Batang Toru

GarudaGlobal.net—Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuka investigasi terhadap delapan perusahaan yang diduga memperparah banjir besar di Sumatera Utara. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut temuan awal berasal dari citra satelit yang mengungkap aktivitas intens di zona curam DAS Batang Toru. “Di daerah curam itu ada aktivitas. Ada delapan entitas,” kata Hanif, Selasa (2/12/2025). Perusahaan tersebut mencakup sektor tanaman industri, tambang emas, dan perkebunan sawit. Proses Pemanggilan dan Verifikasi Material Deputi Gakkum KLHK mengirim panggilan resmi pada Senin (8/12/2025). KLHK menuntut penjelasan terkait kayu-kayu yang hanyut ketika banjir melanda Tapanuli Selatan. “Kami meminta citra satelit resolusi sangat tinggi untuk…
Read More
KPK Tekan Penyelesaian Audit Kerugian Negara Kuota Haji, Penetapan Tersangka Tunggu BPK

KPK Tekan Penyelesaian Audit Kerugian Negara Kuota Haji, Penetapan Tersangka Tunggu BPK

GarudaGlobal.net—KPK menargetkan audit kerugian negara kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024 rampung akhir Desember 2025. Hasil resmi BPK menjadi fondasi penetapan tersangka. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan pihaknya belum menerima jadwal final penyelesaian audit. “Kalau bisa Desember, alhamdulillah. Tapi informasinya belum ke kami,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2025). Investigasi Internasional ke Arab Saudi Untuk memperluas verifikasi data, KPK mengirim tim penyidik ke Arab Saudi. Mereka mengunjungi KBRI dan Kementerian Haji untuk mengevaluasi mekanisme kuota. Pengumpulan informasi ditargetkan selesai dalam sepekan. Evaluasi PIHK dan Rantai Kuota Ratusan PIHK telah diperiksa…
Read More
KPK Beberkan Skema Kuota Haji 50:50, Tiga Individu Diidentifikasi Sebagai Pengendali

KPK Beberkan Skema Kuota Haji 50:50, Tiga Individu Diidentifikasi Sebagai Pengendali

GarudaGlobal.net — KPK menguraikan dugaan peran tiga individu dalam redistribusi 20.000 kuota haji tambahan tahun 2023–2024 yang dibagi 50:50 antara jemaah reguler dan khusus, melanggar ketentuan proporsional 92:8 sebagaimana diatur undang-undang. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan penjelasan tersebut pada Selasa (2/12/2025). Ia menekankan tambahan kuota diberikan Arab Saudi akhir 2023 untuk menekan waktu tunggu jemaah reguler. “Tambahan tersebut dimaksudkan untuk mempersingkat waiting list,” ujarnya. Lobi Bisnis dan Instrumen Regulasi Menurut Asep, sejumlah pelaku usaha travel termasuk Fuad Hasan Masyhur diduga melakukan lobi agar 20.000 kuota dibagi rata. Skema ini kemudian dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri…
Read More
Kritik Menguat Usai Banjir Sumatera: Ahli Nyatakan Sawit Tidak Setara dengan Hutan

Kritik Menguat Usai Banjir Sumatera: Ahli Nyatakan Sawit Tidak Setara dengan Hutan

GarudaGlobal.net — Gelombang banjir bandang di Sumatera Bagian Utara akhir November 2025 kembali memunculkan perdebatan mengenai peran deforestasi. Setelah Presiden Prabowo Subianto dalam Musrenbang 30 Desember 2024 menyebut kelapa sawit sebagai pohon dan mempertanyakan tudingan deforestasi, kini para ahli menyampaikan kritik tajam. Wong Ee Lynn, kontributor National Geographic Indonesia, menjelaskan bahwa hutan alam tidak sama dengan kebun monokultur. “Perkebunan monokultur harus menggunakan herbisida, insektisida, dan pupuk sintetis dalam jumlah besar,” tulisnya. Ia menilai sistem tersebut merusak kesuburan tanah dan menurunkan kualitas ekosistem. Kerusakan tanah sering terjadi setelah tanaman penutup hilang. Lynn menyebut kondisi itu membuat erosi meningkat karena lapisan organik…
Read More
744 Tewas di Banjir Sumatera, Pemerintah Genjot Pemulihan Infrastruktur

744 Tewas di Banjir Sumatera, Pemerintah Genjot Pemulihan Infrastruktur

GarudaGlobal.net—BNPB mencatat 744 korban meninggal dan 551 hilang akibat banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat per Selasa malam (2/12/2025). Lebih dari 3,3 juta warga terdampak dan 1,1 juta mengungsi. Satu kalimat ini merangkum data inti dengan gaya tajam dan ringkas. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pembukaan akses menuju desa terdampak menjadi fokus utama. “Saya tidak mengira sebesar ini… Bukan berarti kami tidak peduli,” ucapnya saat meninjau Aek Garoga, Minggu (30/11/2025). Ia menegaskan status bencana nasional belum diberlakukan dan penanganan masih dilakukan pemerintah daerah. Penjelasan itu ia sampaikan pada Jumat (28/11/2025). Analisis Dampak dan Situasi Lapangan Aceh…
Read More