04
Feb
GarudaGlobal.net — Kasus tragis siswa sekolah dasar berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, NTT, yang mengakhiri hidupnya akibat kegagalan akses terhadap perlengkapan sekolah pada Rabu (4/2/2026), memicu urgensi evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas belanja sosial pemerintah. Insiden ini menyoroti diskoneksi antara kebijakan anggaran triliunan rupiah dengan realitas pemenuhan kebutuhan dasar di wilayah tertinggal. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mendesak seluruh jajaran birokrasi dari pusat hingga daerah untuk lebih responsif terhadap dinamika di akar rumput. Ia menekankan bahwa sumbatan aspirasi ekonomi masyarakat miskin tidak boleh dibiarkan, mengingat pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan bantuan pendidikan tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.…
