12
Mei
garudaglobal.net — Insiden keracunan massal yang melibatkan 197 siswa di Surabaya pada Senin, 11 Mei 2026, menjadi sinyal merah bagi manajemen risiko operasional program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegagalan sistemik ini terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh yang mendistribusikan 2.000 porsi makanan ke 12 sekolah sebelum laporan gangguan kesehatan muncul secara serentak. Secara makro, peningkatan anggaran MBG sebesar 471 persen menjadi Rp 335 triliun pada 2026 menuntut akuntabilitas teknis yang jauh lebih ketat daripada sekadar pemenuhan kuantitas porsi harian. Investigasi awal menunjukkan adanya kontradiksi tajam antara kelayakan infrastruktur fisik dengan output produk yang dihasilkan oleh…
