15
Mei
GarudaGlobal.net — Kasus keracunan massal 210 siswa di Surabaya pada Senin, 11 Mei 2026, membongkar celah fatal dalam manajemen risiko operasional program Makan Bergizi Gratis. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Tembok Dukuh mengalami kegagalan kontrol kualitas yang berdampak langsung pada terhentinya rantai pasok makanan untuk belasan sekolah di wilayah tersebut. Pertumbuhan volume produksi yang agresif tanpa diimbangi oleh mitigasi risiko yang ketat terbukti menciptakan kerugian eksternal yang besar. Standardisasi proses harus menjadi variabel utama dalam ekspansi program berskala masif ini. Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengungkapkan bahwa SPPG Tembok Dukuh memaksakan kapasitas produksi hingga 3.020 porsi per hari untuk melayani 13 sekolah.…
