04
Mar
garudaglobal.net — Pasar komoditas energi dunia mengalami guncangan hebat (market shock) setelah penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu lonjakan harga minyak mentah secara signifikan pada awal Maret 2026. Data perdagangan pada 3 Maret 2026 menunjukkan kenaikan yang agresif, di mana West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di level US$81,05 per barel, naik sebesar 3,64 persen. Sementara itu, Brent Crude mencatatkan kenaikan hingga 4 persen pada level US$78,83 per barel. Eskalasi militer pasca serangan AS-Israel ke Teheran menjadi faktor fundamental utama yang mengganggu stabilitas pasokan energi dunia, mengingat Selat Hormuz menyumbang distribusi 20 persen minyak global. Disrupsi Suplai Global dan Tekanan Fiskal…
