08
Mar
GarudaGlobal.net — Stabilitas operasional Board of Peace (BoP), organisasi internasional yang diprakarsai Donald Trump, kini menghadapi tantangan kredibilitas serius. Pasca-serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran melalui Operation Lion's Roar pada akhir Februari, fokus kebijakan luar negeri global mengalami pergeseran drastis. Akibatnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengonfirmasi bahwa seluruh agenda pembahasan di dalam dewan tersebut saat ini berstatus ditangguhkan (on hold). Langkah penangguhan ini diambil di tengah upaya BoP yang sebelumnya telah menghimpun komitmen dana rekonstruksi senilai 7 miliar dolar AS untuk kawasan Gaza. Namun, eskalasi di Selat Hormuz telah mengubah prioritas risiko bagi negara-negara anggota. “Ya…
