29
Nov
GarudaGlobal.net — Mandeknya penyidikan dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 dinilai berdampak pada citra Indonesia dalam tata kelola layanan keagamaan di tingkat global. Keterlambatan ini memunculkan pertanyaan tentang kapasitas institusi publik. Peneliti SAKSI Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, menilai lambatnya penetapan tersangka melemahkan kredibilitas tata kelola. “Kalau proses lambat, dampaknya pada pengelolaan dana haji,” ujarnya, Kamis (27/11/2025). Ia menilai ketidakpastian hukum menciptakan ruang keraguan internasional. Langkah pencekalan dan penyitaan belum cukup memulihkan citra. Herdiansyah menyebut institusi baru pengelola haji akan ikut terdampak persepsi negatif. Ia menegaskan masalah lama harus dituntaskan agar reformasi berjalan. Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo, menilai lambatnya proses…
