26
Jun
garudaglobal.net — Inkonsistensi data administratif masa kolonial memicu persaingan klaim sejarah antara Pemerintah Kota Surabaya dan Kabupaten Jombang terkait validitas lokasi kelahiran Presiden Pertama RI, Soekarno. Langkah Surabaya mengintegrasikan buku riset lokal ke kurikulum sekolah per Juni 2026 dinilai menciptakan monopoli narasi sejarah di tingkat daerah. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengonfirmasi bahwa instansinya telah mengarahkan Dinas Pendidikan untuk menyusun teknis pembelajaran wajib berbasis buku baru tersebut. “Dengan buku ini kita ingin menegaskan bahwa Soekarno lahir di Surabaya,” ujar Eri dalam pernyataan resminya di Balai Budaya, Kamis, 25 Juni 2026. Konflik Regulasi Administrasi Keresidenan dan Peta Modern Sengketa ini berakar…
