PancaMerdeka.com - WhatsApp mulai menguji Restricted Chat, fitur baru yang memberi lapisan perlindungan tambahan pada percakapan dengan membatasi sejumlah aktivitas terhadap isi chat. Fitur ini masih diuji secara terbatas pada pengguna beta Android dan iOS, termasuk pembatasan akses melalui perangkat tertaut dan penggunaan Meta AI.
Restricted Chat merupakan pengembangan dari Advanced Chat Privacy dan dapat diaktifkan secara manual pada percakapan tertentu. Artinya, pengguna tetap memiliki kendali untuk menentukan chat mana yang membutuhkan pembatasan tambahan.
Restricted Chat Batasi Cara Isi Percakapan Diakses
Setelah diaktifkan, WhatsApp menampilkan pemberitahuan di dalam percakapan dan menerapkan sejumlah pembatasan bagi orang-orang yang berada dalam chat tersebut. Media yang dikirim juga tidak dapat disimpan secara otomatis ke perangkat pengguna.
Pembatasan lainnya mencakup larangan mengekspor isi percakapan, penggunaan Meta AI di dalam chat, serta akses melalui perangkat tertaut. Rangkaian pembatasan ini mempersempit jalur yang biasanya dapat digunakan untuk memindahkan atau memproses isi percakapan.
WhatsApp secara khusus menyebut pembatasan perangkat tertaut ditujukan untuk mencegah akses melalui klien tidak resmi atau agen kecerdasan buatan (AI). Ini memperlihatkan bahwa perlindungan privasi tidak hanya berkaitan dengan bagaimana pesan dikirim, tetapi juga bagaimana percakapan dapat diakses setelah berada di dalam aplikasi.
Namun, Restricted Chat bukan berarti seluruh risiko penyebaran percakapan hilang. Pembatasan fitur tidak dapat menghapus kemungkinan seseorang melihat isi pesan lalu mendokumentasikannya dengan cara lain, sehingga pengguna tetap perlu mempertimbangkan siapa saja yang berada dalam percakapan.
Restricted Chat Masih Diuji untuk Pengguna Beta
Fitur ini tersedia secara terbatas bagi pengguna yang mengikuti program beta WhatsApp. Pada Android, Restricted Chat diuji melalui WhatsApp beta versi 2.26.36.4, sedangkan pengguna iOS dapat menemukannya pada versi 26.39.10.20.
Ketersediaan terbatas menunjukkan fitur tersebut masih berada dalam tahap pengujian, sehingga belum dapat dianggap sebagai fitur yang sudah tersedia untuk seluruh pengguna WhatsApp. Cara kerja maupun cakupan pembatasannya juga masih dapat berubah sebelum dirilis lebih luas.
Meski menambah sejumlah pembatasan, WhatsApp tetap mempertahankan enkripsi end-to-end untuk pesan dan panggilan. Perlindungan tersebut tetap berlaku baik Restricted Chat diaktifkan maupun tidak.
Dengan demikian, fitur baru ini bekerja sebagai lapisan pembatasan tambahan di atas perlindungan percakapan yang sudah ada. Fokusnya bukan menggantikan enkripsi, melainkan mengurangi sejumlah cara isi chat dapat diekspor, diproses oleh fitur tertentu, atau diakses melalui perangkat lain.
Pengujian Restricted Chat menandai langkah WhatsApp untuk memperluas kontrol privasi hingga ke aktivitas yang terjadi setelah percakapan berlangsung. Untuk saat ini, fitur tersebut masih terbatas pada peserta beta Android dan iOS.