Bekasi, GarudaGlobal.net — Organisasi Opshid Bekasi memperkuat dampak investasi sosial kemasyarakatan dengan menyerahkan satu unit rumah gratis bagi penggerak pendidikan independen di Kabupaten Bekasi.
Penerima manfaat program Rumah Syukur TSP 98 tersebut adalah Ludzfi Aziz, pengajar Al-Qur'an yang sukses mengelola lima jaringan Bustan Tsamrotun Qolbin Salim.
Ekspansi lembaga pendidikan Al-Qur'an gratis besutan Opshid dan YPS ini telah mencakup wilayah Sukatani, Cikarang Selatan, Tambun, Jatiasih, hingga Setu.
Inisiatif nirlaba yang menjangkau 100 anak tersebut dijalankan Ludzfi secara mandiri sembari menopang ekonomi keluarga melalui usaha penjualan produk makanan.
Apresiasi Produktivitas Sektor Sosial
Program restrukturisasi hunian ini dialokasikan untuk menggantikan tempat tinggal lama penerima manfaat di Perum Papanmas yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan.
Penyerahan aset properti ini dirancang khusus momentumnya untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda serta Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya setiap 28 Oktober.
“Rumah Syukur ini diharapkan bukan hanya menjadi tempat tinggal yang lebih layak bagi beliau dan keluarganya, tetapi juga menjadi bagian dari rasa syukur atas perjuangan yang selama ini dilakukan dengan ikhlas,” ungkap Sekretaris Jenderal Opshid Bekasi, Kumala Chandra Yuga S., S.T., M.T., pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Model Keberlanjutan Komunitas
Langkah Opshid mengombinasikan pemberdayaan pendidikan gratis dengan penguatan kesejahteraan pengajarnya menciptakan formula efisien bagi pembangunan sumber daya manusia daerah.
Pola apresiasi berbasis kinerja sosial ini diharapkan memicu produktivitas pengabdi masyarakat lain dalam memperluas akses pendidikan nonformal secara berkelanjutan.***