Komisi Eropa merilis pedoman baru untuk memperkuat kesiapsiagaan publik menghadapi keadaan darurat, dengan sasaran utama agar warga mampu bertahan mandiri selama 72 jam pertama krisis. Dikutip dari Anadolu Agency pada Kamis (5/11/2026), pedoman itu juga meminta pendidikan kesiapsiagaan masuk ke kurikulum sekolah di negara-negara anggota Uni Eropa.
Isi pedoman tersebut disampaikan oleh Komisaris Eropa untuk Kesetaraan, Kesiapsiagaan, dan Manajemen Krisis, Hadja Lahbib. Dalam pernyataan resminya, Komisi Eropa menyebut dokumen ini disusun untuk membekali individu dan masyarakat dengan pengetahuan serta alat yang mereka perlukan.
"Pedoman ini berupaya membekali individu dan masyarakat dengan pengetahuan dan alat yang dibutuhkan untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain selama keadaan darurat," ujar perwakilan Komisi Eropa yang disebut sebagai pernyataan resmi.
Tiga hari pertama jadi taruhan
Angka 72 jam menjadi poros pedoman kesiagaan keadaan darurat. Warga didorong menyiapkan sendiri kebutuhan terpenting selama tiga hari awal sebuah krisis atau bencana, masa ketika bantuan resmi belum tentu sampai ke semua orang.
Untuk itu, Komisi merekomendasikan setiap warga mulai menimbun persediaan darurat dan menyiapkan tas perlengkapan keselamatan, yang dalam dokumen disebut grab bags. Tas semacam ini dimaksudkan agar kebutuhan dasar bisa diraih cepat begitu bencana menerjang.
Keadaan darurat yang dimaksud adalah ketika terjadinya krisis atau pun bencana.
Bahkan Menhan Inggris, Wes Streeting, pada 22 Oktober 2026 mengimbau masyarakat Britania Raya (UK) menyimpan persediaan kebutuhan pokok untuk menghadapi kemungkinan serangan siber, cuaca ekstrem, dan terorisme.
Dari ruang kelas sampai kalender tahunan
Pedoman ini tidak berhenti pada urusan rumah tangga. Negara anggota diminta memasukkan materi kesiapsiagaan darurat ke pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar, jenjang paling awal dalam sistem pendidikan.
Komisi Eropa juga menyiapkan Hari Kesiapsiagaan Uni Eropa yang akan digelar setiap tahun. Peringatan perdananya dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2027.
Seluruh langkah itu bernaung di bawah Strategi Persatuan Kesiapsiagaan UE yang diadopsi pada Maret 2025. Strategi tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan Eropa dalam mengantisipasi, mencegah, dan merespons ancaman.
Hingga kini, Komisi Eropa belum merinci tanggal pasti Hari Kesiapsiagaan UE edisi pertama selain penetapan bulannya, Oktober 2027.