Beban Likuiditas Eksportir Udang PMMP Picu Restrukturisasi Utang Multibank

Kaesang Pangarep

garudaglobal.net — Perusahaan eksportir udang terafiliasi Kaesang Pangarep, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk kini menghadapi tekanan likuiditas ketat akibat akumulasi utang luar biasa pada sindikasi perbankan domestik dan asing.

Emiten berkode efek PMMP tersebut secara resmi menempuh jalur restrukturisasi guna menata ulang kewajiban finansialnya yang tersebar di enam institusi perbankan utama dan satu lembaga pembiayaan ekspor.

Langkah ini diambil manajemen guna memperbaiki rasio solvabilitas serta mengamankan kesinambungan operasional bisnis pengolahan komoditas perikanan di pasar internasional.

“Saldo tersebut diatas diluar hutang bunga,” demikian pernyataan manajemen PMMP dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (7/7/2026).

Struktur Kewajiban Finansial Outstanding Terbesar di Bank Permata dan BCA

Berdasarkan laporan otoritas bursa, PT Bank Permata Tbk memegang eksposur terbesar dengan outstanding senilai USD53,12 juta serta tambahan fasilitas likuiditas Rp5,49 miliar.

Kewajiban material lain tercatat pada PT Bank Central Asia Tbk sebesar USD40,29 juta, disusul Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia yang mencapai USD30,71 juta.

Fasilitas kredit juga tercatat pada PT Bank SMBC Indonesia Tbk senilai USD22,80 juta, PT Bank Maspion Indonesia Tbk USD7,21 juta, dan PT Bank Resona Perdania USD5,99 juta.

Baca Juga :  Strategi Likuiditas Grup Barito: Prajogo Pangestu Jual Saham CUAN

Aksi Korporasi Rights Issue Jadi Opsi Perbaikan Struktur Modal

Selain mengajukan pelonggaran kredit, perusahaan terdampak denda administratif akibat keterlambatan penyampaian laporan keuangan tahunan yang direncanakan dibayar bertahap.

Manajemen tengah mematangkan skema penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu serta konversi sebagian utang usaha menjadi ekuitas melalui instrumen Medium Term Notes.

Pihak perseroan menegaskan belum ada informasi material tambahan yang dapat mendisrupsi pergerakan harga saham maupun stabilitas entitas bisnis dalam jangka pendek. ***

By Chandra