Nahdlatul Ulama

Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031: Fokus Penguatan Ekonomi Umat

Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031: Fokus Penguatan Ekonomi Umat

GarudaGlobal.net — Kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama resmi terbentuk setelah KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 pada Senin, 31 Agustus 2026. Muktamar ke-35 NU di Jombang mengukuhkan pasangan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketum PBNU melalui mekanisme deliberatif Ahlul Halli wal 'Aqdi. Stabilitas Organisasi dan Rekonsiliasi Faksi Pasca-Muktamar Gus Kikin mendominasi tahap penyaringan awal dengan perolehan 472 suara muktamirin sebelum disahkan secara mufakat oleh sembilan kiai anggota majelis AHWA. Suksesi ini dinilai memiliki arti strategis dalam menjaga konsolidasi organisasi serta stabilitas ekosistem ekonomi keagamaan terbesar di…
Read More
Prabowo Paparkan Capaian Pangan dan Energi di Muktamar NU

Prabowo Paparkan Capaian Pangan dan Energi di Muktamar NU

GarudaGlobal.net — Presiden RI Prabowo Subianto memanfaatkan forum Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, untuk memaparkan performa indikator makroekonomi dan ketahanan nasional. Forum tertinggi organisasi Islam terbesar ini menjadi panggung strategis pemerintah dalam menyampaikan kemajuan ketahanan pangan dan proyeksi kemandirian energi nasional. Di hadapan ribuan peserta muktamar, Prabowo menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan serta bersiap memangkas ketergantungan impor BBM. Langkah ini diproyeksikan bakal memperkuat neraca perdagangan nasional di tengah ketidakpastian perekonomian global. "Insya Allah kita tidak dalam waktu yang tidak lama kita tidak perlu impor terlalu banyak BBM dari mana pun," tegas Presiden Prabowo Subianto di Jombang,…
Read More
Haul Gus Dur, Demokrasi, dan Etika Kekuasaan

Haul Gus Dur, Demokrasi, dan Etika Kekuasaan

GarudaGlobal.net — Haul ke-16 Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (20/12/2025), dibuka dengan Indonesia Raya tiga stanza. Visual pendamping menampilkan pertambangan, bencana banjir, dan keragaman Indonesia. Pembukaan itu menggarisbawahi tema demokrasi “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat”. Alissa Wahid menyatakan ruang rakyat kian terpinggirkan dari proses kebijakan. Menurut Alissa, represi terhadap suara kritis berbanding terbalik dengan lemahnya keteladanan elite politik. Relasi NU dan Negara Alissa menegaskan, Gus Dur tidak pernah memberikan privilese kekuasaan kepada NU. Sebaliknya, ia meminta NU tetap kritis dan independen dari penguasa. Peringatan Gus Dur soal NU yang “ingat bupati dan lupa kepada…
Read More