26
Jun
garudaglobal.net — Tren rasionalisasi korporasi dan penataan ulang biaya operasional memicu pemutusan hubungan kerja terhadap 23.470 pekerja secara nasional sepanjang periode Januari hingga Mei 2026. Data makro ketenagakerjaan memperlihatkan klaster industri manufaktur di wilayah Jawa Barat mengalami kontraksi terdalam akibat pergeseran peta pasokan global. Otoritas kementerian mengonfirmasi skala pemotongan tenaga kerja berfokus pada pusat produksi dengan intensitas biaya modal yang tinggi. "Tenaga kerja ter-PHK pada periode ini paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Barat, yaitu sekitar 21,49 persen dari total tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan," tulis rilis data Kemenaker, Jumat, 26 Juni 2026. Analisis Distribusi Risiko dan Kinerja Korporasi Daerah…
