Adat Istiadat

Legitimat Kultura, Jokowi Raih Gelar Adat Tertinggi di Lampung

Legitimat Kultura, Jokowi Raih Gelar Adat Tertinggi di Lampung

garudaglobal.net — Lima kerajaan adat di Kedatun Keagungan Lampung menganugerahkan gelar kehormatan tertinggi Baginda Pemuka Bangsa kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada Sabtu, 27 Juni 2026. Prosesi formal ini melibatkan ritual menginjak kepala kerbau di hadapan para penyimbang adat setempat. Dokumentasi visual ritual tersebut langsung memicu perhatian luas di berbagai platform media sosial global. Komunitas digital aktif mempertanyakan esensi serta latar belakang filosofis dari simbolisasi yang dinilai tidak biasa ini. Secara komprehensif, tradisi menginjak kepala kerbau merepresentasikan fase transisi kepemimpinan dan penyucian diri secara total. Kepala kerbau dipandang sebagai simbol kekuatan material, pengorbanan, sekaligus indikator kemakmuran ekonomi masyarakat. Tindakan…
Read More
Model Ketahanan Pangan Gelar Alam Tunjukkan Efektivitas Sistem Komunitas

Model Ketahanan Pangan Gelar Alam Tunjukkan Efektivitas Sistem Komunitas

GarudaGlobal.net — Sistem pertanian adat di Kasepuhan Gelar Alam memberikan contoh konkret tentang bagaimana sebuah komunitas mampu menjaga ketahanan pangan dalam jangka panjang. Mereka menanam padi sekali setahun, mengikuti pola rotasi yang menjaga kesuburan tanah. Selama tanah pulih, palawija ditanam. Pola ini memperkuat stabilitas produksi tanpa penggunaan pupuk atau traktor. Regulasi Adat dan Efisiensi Pengelolaan Komunitas tidak memperdagangkan hasil panen. Pembatasan ini menciptakan stabilitas suplai dan mengurangi ketergantungan pada pasar. “Padi bagi kami bukan hanya makanan, tapi nyawa,” ujar Dalang Dede, Jumat (5/12/2025). Ritual ngaseuk hingga serentaun memastikan setiap fase produksi berjalan tertib. Leuit menjadi pusat penyimpanan yang dibangun melalui…
Read More
Model Kepemimpinan Adat Ciptagelar Tunjukkan Stabilitas Sosial Berbasis Tradisi

Model Kepemimpinan Adat Ciptagelar Tunjukkan Stabilitas Sosial Berbasis Tradisi

GarudaGlobal.net — Komunitas adat Ciptagelar menegaskan stabilitas struktur sosialnya melalui kepemimpinan Abah dan Rorokan, sebuah sistem turun-temurun yang telah mengatur tata produksi, pengelolaan lahan, dan mekanisme sosial komunitas selama berabad-abad. Akar historis Gelar Alam merujuk pada kerajaan Prabu Siliwangi di Cipatat. Perpindahan para pemuka adat mengikuti wangsit melahirkan pola mobilitas permukiman (ngalalakon) yang masih dijalankan. Para tetua menyatakan tradisi itu sebagai upaya mengembalikan komunitas pada titik keseimbangan. “Wangsit adalah bagian dari kebo mulih pakandangan,” ungkap mereka. Uga sebagai Framework Operasional Adat Uga berperan sebagai regulasi adat yang memandu keputusan sosial dan ekonomi, termasuk manajemen pertanian tradisional yang menjadi basis produksi…
Read More