Sunda

KDM Pacu Pertumbuhan Pasar Domestik Lewat Event Kultural Terintegrasi

KDM Pacu Pertumbuhan Pasar Domestik Lewat Event Kultural Terintegrasi

garudaglobal.net — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengintegrasikan aspek pelestarian sejarah dengan strategi stimulus ekonomi makro melalui penyelenggaraan Kirab Budaya Tatar Sunda 2026. Melalui regulasi Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026, pemerintah daerah mengonversi rute napak tilas sepanjang delapan wilayah menjadi koridor ekonomi aktif. Langkah strategis ini menandai perubahan model operasional event daerah dengan meniadakan aset kendaraan Jeep militer dan menggantinya dengan kereta kencana tradisional. Kebijakan pergantian moda ini berhasil memangkas biaya mekanis modern sekaligus secara efektif meningkatkan nilai jual pariwisata berbasis kebudayaan premium. Stimulus Pasar Akomodasi dan Sektor Retail Pelaksanaan kegiatan selama 17 hari ini terbukti memberikan…
Read More
Model Ketahanan Pangan Gelar Alam Tunjukkan Efektivitas Sistem Komunitas

Model Ketahanan Pangan Gelar Alam Tunjukkan Efektivitas Sistem Komunitas

GarudaGlobal.net — Sistem pertanian adat di Kasepuhan Gelar Alam memberikan contoh konkret tentang bagaimana sebuah komunitas mampu menjaga ketahanan pangan dalam jangka panjang. Mereka menanam padi sekali setahun, mengikuti pola rotasi yang menjaga kesuburan tanah. Selama tanah pulih, palawija ditanam. Pola ini memperkuat stabilitas produksi tanpa penggunaan pupuk atau traktor. Regulasi Adat dan Efisiensi Pengelolaan Komunitas tidak memperdagangkan hasil panen. Pembatasan ini menciptakan stabilitas suplai dan mengurangi ketergantungan pada pasar. “Padi bagi kami bukan hanya makanan, tapi nyawa,” ujar Dalang Dede, Jumat (5/12/2025). Ritual ngaseuk hingga serentaun memastikan setiap fase produksi berjalan tertib. Leuit menjadi pusat penyimpanan yang dibangun melalui…
Read More
Model Kepemimpinan Adat Ciptagelar Tunjukkan Stabilitas Sosial Berbasis Tradisi

Model Kepemimpinan Adat Ciptagelar Tunjukkan Stabilitas Sosial Berbasis Tradisi

GarudaGlobal.net — Komunitas adat Ciptagelar menegaskan stabilitas struktur sosialnya melalui kepemimpinan Abah dan Rorokan, sebuah sistem turun-temurun yang telah mengatur tata produksi, pengelolaan lahan, dan mekanisme sosial komunitas selama berabad-abad. Akar historis Gelar Alam merujuk pada kerajaan Prabu Siliwangi di Cipatat. Perpindahan para pemuka adat mengikuti wangsit melahirkan pola mobilitas permukiman (ngalalakon) yang masih dijalankan. Para tetua menyatakan tradisi itu sebagai upaya mengembalikan komunitas pada titik keseimbangan. “Wangsit adalah bagian dari kebo mulih pakandangan,” ungkap mereka. Uga sebagai Framework Operasional Adat Uga berperan sebagai regulasi adat yang memandu keputusan sosial dan ekonomi, termasuk manajemen pertanian tradisional yang menjadi basis produksi…
Read More