GarudaGlobal.net - Pemerintah membuka pendaftaran bansos lewat portal perlinsos, tetapi tidak semua warga bisa langsung mendaftar dan tidak semua pendaftar otomatis menerima bantuan. Wilayah tempat tinggal, kesiapan Identitas Kependudukan Digital (IKD), dan penilaian sistem ikut menentukan nasib pengajuan Anda, sementara penyaluran berbasis data digital ini baru direncanakan mulai 2027 jika semuanya lancar.
Apa Itu Perlinsos dan Bedanya dari Cek Bansos
Perlinsos Digital adalah sistem perlindungan sosial terintegrasi milik Kemensos. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyebutnya portal, bukan aplikasi.
Warga bisa mendaftar hanya dengan NIK dan verifikasi wajah. Portal ini menyatukan data dari delapan kementerian/lembaga lewat Digital Public Infrastructure.
Jangan tertukar dengan aplikasi Cek Bansos. Menurut Pusdatinkesos Kemensos, Cek Bansos dipakai untuk mengecek status penerima, mengajukan usul atau sanggah data, dan mencari informasi penyaluran.
Perlinsos dipakai untuk mendaftar lewat sistem baru. Dengan begitu, warga bisa mendaftar sebagai calon penerima PKH dan BPNT, memverifikasi identitas, melihat hasil kelayakan, hingga mengajukan sanggahan jika data belum sesuai.
5 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Mendaftar
1. Apakah daerah Anda sudah masuk wilayah layanan?
Layanan ini masih tahap uji coba dan perluasan. Pengajuan mandiri hanya tersedia di wilayah yang sudah masuk perluasan layanan.
Uji coba diperluas ke 42 kabupaten/kota di 25 provinsi. Sejak 4 Juni 2026, uji coba terbatas berjalan di Surabaya dan seluruh Bali.
2. Apakah IKD dan PIN Anda sudah aktif?
Anda masuk ke portal dengan NIK dan PIN IKD. Jika belum punya, aktifkan IKD beserta PIN-nya di Dukcapil setempat.
3. Apakah data pendukung sudah siap?
Anda perlu nomor HP aktif dan ID pelanggan PLN 12 digit. Syarat ID PLN bukan tambahan tanpa alasan, sebab data PLN termasuk sumber verifikasi.
Kelayakan dinilai dengan membandingkan banyak basis data. Bobot tiap data dalam penilaian tidak ditemukan di sumber publik.
- DTSEN
- Dukcapil
- PLN
- ATR/BPN
- Korlantas/Samsat
- BKN
- BPJS Ketenagakerjaan
- BPJS Kesehatan
4. Siapkah Anda jika lolos sistem tetapi belum menerima bantuan?
Mendaftar tidak otomatis menerima bantuan. Tenaga Ahli Mensos Andy Kurniawan menyampaikan pada 5 Oktober 2026 bahwa pendaftar yang lolos penilaian sistem berstatus "berpotensi layak".
Penetapan penerima juga mempertimbangkan ketersediaan anggaran. Warga bisa mengecek desil Kemensos untuk melihat posisi kesejahteraan keluarganya dalam DTSEN.
5. Paham bahwa jadwal 2027 masih bersyarat?
Mensos Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyebut pada 4 Oktober 2026 bahwa penyaluran bansos berbasis data digital ini dimulai pada 2027 jika semuanya lancar. Artinya, ini target, bukan tanggal pasti.
Targetnya, 50 persen penduduk sudah terdata di sistem hingga Desember 2026.
Checklist Singkat Sebelum Membuka Portal
| Yang dicek | Keterangan |
|---|---|
| Wilayah | Masuk 42 kabupaten/kota uji coba, atau Surabaya dan seluruh Bali |
| Identitas | IKD dan PIN aktif |
| Data pendukung | Nomor HP aktif dan ID pelanggan PLN 12 digit |
| Jenis bantuan | BPNT, PKH, atau keduanya |
| Ekspektasi | Lolos sistem berarti "berpotensi layak", bukan jaminan |
Langkah Daftar Mandiri Perlinsos
Langkah berikut dirangkum dari Kompas.com dan Indonesiabaik.
- Aktifkan IKD beserta PIN-nya di Dukcapil setempat jika belum.
- Buka perlinsos.kemensos.go.id lewat browser dan masuk dengan NIK dan PIN IKD.
- Setujui penggunaan data, lalu lakukan verifikasi wajah.
- Pilih jenis bantuan: BPNT, PKH, atau keduanya.
- Isi data pendukung, termasuk nomor HP aktif dan ID pelanggan PLN 12 digit.
- Periksa data, lalu kirim pengajuan.
- Jika dinyatakan tidak layak, ajukan sanggahan lewat formulir di portal.
Belum Punya IKD? Ada Agen Perlinsos
Warga yang belum punya IKD atau kesulitan memakai layanan digital bisa memakai Agen Perlinsos di agent-perlinsos.kemensos.go.id. Gus Ipul menegaskan bahwa agen bersifat sukarela dan tidak menentukan siapa yang berhak menerima bansos.
Peran agen ternyata besar. Dari uji coba Banyuwangi, Gus Ipul menyebut 10 persen warga mengajukan sendiri dan 90 persen dibantu agen.
Istilah "mandiri" karenanya lebih banyak melekat pada nama. Ketersediaan agen dan aktivasi IKD sangat menentukan akses nyata warga.
Dari Mana Asal Data dan Klaim "Hitungan Menit"
Uji coba perdana berlangsung di Banyuwangi, Jawa Timur, mulai 18 September 2025, dengan target 640 ribu keluarga desil 1 sampai 5 DTSEN. Hampir 370 ribu warga telah mengakses layanan untuk mendaftar atau menyanggah per 17 Juni 2026.
Judul rilis DEN menyebut proses bansos berubah "dari 200 hari menjadi hitungan menit". Itu klaim pemerintah, dan belum ditemukan evaluasi pihak ketiga atas akurasi maupun ketepatan sasaran sistem ini.
Waspada Penipuan Berkedok Pendaftaran
Penipuan bermodus pendaftaran bansos digital sedang beredar. Dinsos P3A Kulon Progo menemukan tautan palsu di WhatsApp, Facebook, Instagram, dan TikTok yang meminta NIK, foto KTP, OTP, PIN, serta kata sandi IKD.
Kompas Cek Fakta juga mencatat narasi hoaks "bansos Rp 1,5 juta" yang beredar pada pertengahan Agustus 2026.
- Gunakan hanya domain .go.id.
- Jangan berikan OTP atau PIN IKD kepada siapa pun.
- Ingat bahwa pemerintah tidak memungut biaya apa pun dalam pencairan bansos.