Insiden Fatal UNIFIL: Tiga Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel

garudaglobal.net — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mencapai titik kritis bagi Indonesia menyusul gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon Selatan. Insiden fatal yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026 ini merupakan kerugian personel terbesar bagi Kontingen Garuda sejak pengerahan perdana dua dekade silam.

Serangkaian serangan militer Israel (IDF) yang menyasar posisi PBB di Adshit al-Qusayr dan konvoi logistik di Bani Hayyan telah memicu kecaman keras dari Jakarta. Pemerintah Indonesia mendesak adanya investigasi transparan untuk memastikan akuntabilitas atas jatuhnya korban jiwa di tengah eskalasi pertempuran aktif antara IDF dan kelompok Hezbollah.

Eskalasi Militer di Jalur Litani dan Risiko Operasional

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa serangan terhadap aset dan personel PBB adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi dalam hukum internasional. Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam serangan artileri pada Minggu (29/3/2026), disusul Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan dalam ledakan konvoi pada Senin (30/3/2026).

Baca Juga :  Operasi Bersama AS-Israel: Risiko Geopolitik dan Disrupsi Logistik Teluk

“Kami mengecam keras insiden ini dan serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan. Kami meminta investigasi penuh dari UNIFIL,” tegas Sugiono dalam keterangannya di Tokyo, Senin (30/3/2026).

Tinjauan Keamanan dan Protokol Keselamatan TNI

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyatakan bahwa TNI tengah melakukan evaluasi mendalam dan menyiapkan langkah-langkah kontijensi di lapangan. Meskipun militer Israel berdalih bahwa insiden tersebut terjadi di area pertempuran aktif, PBB melalui Sekjen António Guterres mengingatkan kewajiban seluruh pihak untuk menjamin keselamatan personel penjaga perdamaian.

Investigasi teknis kini sedang berjalan untuk mengklarifikasi keadaan di balik ledakan kendaraan yang menewaskan perwira dan bintara TNI tersebut. Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di New York akan segera menemui pihak Sekretariat Jenderal PBB guna membahas jaminan keamanan bagi seribu lebih prajurit Kontingen Garuda yang masih bertugas di Lebanon. ***

By Eva