garudaglobal.net — Publikasi daftar target Iran berisi 13 nama pemimpin dunia oleh media harian Hamshahri pada Senin, 13 Juli 2026, memicu alarm kewaspadaan geopolitik dan risiko keamanan investasi global.
Langkah kontroversial dari media milik Pemerintah Kota Teheran ini memperlebar jurang konflik pasca-tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan udara Februari lalu.
Ancaman Terbuka Terhadap Stabilitas Barat
Infografis bersenjata tersebut secara spesifik menargetkan para pengambil kebijakan ekonomi-politik utama Barat, mulai dari Washington hingga ibu kota penting Eropa.
Pihak Teheran menuduh aliansi negara-negara Eropa memfasilitasi logistik militer sekutu dengan mengizinkan wilayah udara mereka dilintasi pesawat tempur Amerika Serikat.
“Balas dendam ini adalah tuntutan rakyat kami dan harus dieksekusi,” tegas Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dalam pernyataan tertulisnya.
Sentimen negatif ini diprediksi meningkatkan volatilitas pasar energi global mengingat posisi strategis kawasan Timur Tengah dalam jalur suplai minyak dunia.
Reaksi Keras Diplomatik Internasional
Otoritas pertahanan dan kementerian luar negeri dari negara-negara sekutu langsung memperketat protokol keamanan fisik bagi para kepala negara yang masuk daftar.
Kementerian Luar Negeri Israel melalui pernyataan resmi mengecam keras provokasi visual tersebut dan menuduh Iran sengaja memicu eskalasi kekerasan baru.
Hingga saat ini, pelaku pasar global terus memantau apakah daftar ancaman rilis lokal tersebut merepresentasikan kebijakan luar negeri resmi pemerintah pusat Iran. ***
