Ekonomi Bisnis

Dollar AS Tak Lagi Jadi Pelarian Utama Investor, Yen dan Franc Swiss Dilirik

Ilustrasi uang Dollar
Ilustrasi uang Dollar

Dollar AS mulai kehilangan pamor sebagai tempat berlindung saat pasar bergejolak. Dalam riset tertanggal 23 Oktober 2026, ING menyebut investor yang mencari aset defensif kini lebih memilih yen Jepang dan franc Swiss, ketika kekhawatiran terhadap artificial intelligence (AI) dan kenaikan harga minyak menekan saham global.

Dollar tidak menjadi penerima manfaat utama dari peralihan itu. Aksi jual saham, dalam pembacaan ING, tak lagi otomatis berujung pada penguatan mata uang Paman Sam.

Yen dan Franc Swiss Jadi Pelarian

Bank Sentral Eropa (ECB) lebih dulu menguraikan logikanya dalam kajian yang terbit pada Juni 2026. Mata uang safe haven, atau mata uang tempat berlindung, adalah mata uang yang mampu mempertahankan nilai atau justru menguat ketika pasar tertekan.

Dollar, franc Swiss, dan yen secara historis masuk kelompok itu. Namun, respons ketiganya tidak selalu sama, tergantung dari mana guncangan berasal.

ECB menemukan sejumlah episode sepanjang 2025 hingga awal 2026 ketika ketidakpastian yang bersumber dari AS justru disertai pelemahan dolar. Euro, yen, dan franc Swiss menguat pada saat yang sama. Asal-usul persoalan, dengan kata lain, ikut menentukan ke mana uang investor mengalir.

Obligasi AS Diburu, Dollar Belum Tentu Menguat

ING mencatat imbal hasil Treasury (surat utang pemerintah AS) tenor 10 tahun kembali turun ke bawah 5%, untuk pertama kalinya dalam sebulan. Tingkat swap SOFR dua tahun ikut merosot 15 basis poin menjadi 4,50%.

Gejolak di bursa saham, menurut ING, mengikis keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan menempuh pengetatan moneter secara agresif. Ekspektasi kenaikan bunga pada Desember sebenarnya masih berpotensi menahan pelemahan dollar lebih jauh.

Perlu dibedakan antara dua hal yang sering dicampuradukkan. Pembelian obligasi pemerintah AS menaikkan harga obligasi dan menekan imbal hasilnya, sedangkan kurs dollar adalah perbandingan nilai terhadap mata uang lain. Investor bisa memborong yang pertama tanpa mengangkat yang kedua.

Euro dan Peso Juga Punya Masalah

Di Eropa, ING menyoroti selisih imbal hasil obligasi Prancis dan Jerman tenor 10 tahun yang ditutup pada 174 basis poin. Tekanan di pasar obligasi Prancis, menurut lembaga itu, berisiko kembali membebani euro.

Peso Meksiko mengalami nasib lebih berat. Mata uang itu melemah hampir 8% terhadap dollar sejak awal September, yang oleh ING dikaitkan dengan sikap bank sentral Meksiko yang tidak berencana mengikuti kenaikan bunga The Fed secara otomatis.

Bukan Berarti Dominasi Dolar Berakhir

Surutnya daya tarik dollar dalam satu episode gejolak belum berarti posisinya dalam sistem keuangan dunia sudah tergantikan.

Catatan peneliti Federal Reserve yang terbit pada Juli 2026 menyebut dollar masih memegang peran utama dalam transaksi valuta asing, pembayaran lintas negara, dan cadangan devisa resmi. Dollar juga tetap menjadi denominasi utama utang dan pinjaman internasional.

Posisi itu ditopang besarnya ekonomi AS serta kedalaman dan likuiditas pasar keuangannya. Pilihan investor untuk berlindung dalam jangka pendek, dengan demikian, berbeda dari peran dolar dalam perdagangan dan pembiayaan global.