Nasional

Penipuan BSU 2026 Mengintai Lewat WhatsApp, Logo Kemnaker Bisa Palsu

Ilustrasi Penerima BSU
Ilustrasi Penerima BSU

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan pekerja agar mewaspadai penipuan BSU 2026 yang beredar lewat tautan palsu dan pesan berantai. Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, menyampaikan imbauan itu di Jakarta, Minggu, sambil meminta pekerja tidak sembarangan memberikan data pribadi, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Bantuan Subsidi Upah (BSU) adalah bantuan pemerintah bagi pekerja, dan nama itulah yang kini dipakai pelaku sebagai umpan. Indah menyebut modusnya bisa datang lewat pesan berantai WhatsApp atau pesan langsung (direct message/DM) yang menyelipkan tautan palsu.

Tanda bahayanya, kata Indah, ada pada isi tautan. Pekerja perlu curiga bila tautan itu meminta data pribadi atau menjanjikan pencairan BSU dengan cara yang tidak jelas. Logo Kemnaker di pesan atau situs pun tidak menjamin informasinya asli, sebab gambar semacam itu mudah disalin.

"Jangan mudah percaya pada informasi di luar kanal resmi Kemnaker dan jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas," ujar Indah.

Informasi resmi BSU dapat dipantau lewat kanal komunikasi Kemnaker dan laman bsu.kemnaker.go.id. Bila laman itu belum bisa dibuka, pekerja diminta menunggu pengumuman resmi dan tidak memakai tautan alternatif yang belum terverifikasi.

Kemnaker merinci empat langkah untuk menjaga data pribadi:

  1. Periksa alamat situs dengan teliti sebelum mengeklik tautan atau memasukkan data.
  2. Jangan berikan kode OTP (kode sandi sekali pakai), PIN, atau kata sandi kepada pihak lain.
  3. Jangan membayar biaya apa pun dengan iming-iming pencairan BSU.
  4. Jika ragu, tutup tautan dan periksa informasi melalui kanal resmi Kemnaker.

Data seperti NIK dan kode OTP sering menjadi incaran karena bisa dipakai untuk mengakses layanan atas nama korban. Kewaspadaan, menurut Indah, diperlukan agar pekerja tidak menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan BSU maupun Kemnaker.

Ia menambahkan bahwa Menteri Ketenagakerjaan Yassierli turut mengingatkan jajarannya soal hal ini. "Bapak Menaker Prof. Yassierli selalu mengingatkan kami untuk mengantisipasi maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan BSU dan Kementerian," tegas Indah.