01
Apr
garudaglobal.net — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin tereskalasi akibat serangkaian klaim Donald Trump terkait program nuklir Iran yang dinilai para analis sebagai disinformasi strategis yang menyesatkan pasar global. Laporan verifikasi faktual dari PolitiFact dan FactCheck.org mengidentifikasi setidaknya lima narasi utama Trump sepanjang 2025-2026 yang bertentangan dengan penilaian teknis Defense Intelligence Agency (DIA). Hiperbola mengenai kehancuran total fasilitas nuklir Iran menciptakan persepsi risiko yang tidak akurat bagi investor energi internasional. Distorsi Data dan Implikasi Keamanan Maritim Pernyataan Trump pada Juni 2025 bahwa fasilitas pengayaan uranium Iran telah musnah total atau "totally obliterated" terbukti tidak akurat secara teknis. Penilaian DIA justru…
