14
Jul
garudaglobal.net — Kasus ancaman bom Srengseng Sawah di SDN 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin, 13 Juli 2026, menimbulkan kerugian non-material serius pada efisiensi operasional hari pertama sekolah. Insiden sabotase keamanan digital ini memaksa otoritas sekolah menghentikan seluruh aktivitas Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) demi mitigasi risiko keselamatan. Dampak Ekonomi dan Operasional Keamanan Mobilisasi unit taktis seperti Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror ke lokasi kejadian memerlukan biaya operasional tinggi yang tidak sedikit. Langkah cepat kepolisian mengevakuasi ratusan siswa merupakan prosedur standar guna menghindari potensi kerugian jiwa yang lebih besar. "Laporannya 07.30 WIB, tapi memang di-WA itu orang lagi…
