Ragam

Pangan Strategis Dunia, Uwi Terlupakan di Indonesia

Pangan Strategis Dunia, Uwi Terlupakan di Indonesia

GarudaGlobal.net - Uwi merupakan salah satu komoditas pangan tertua yang pernah berperan dalam jaringan perdagangan Asia. Berasal dari tanah Jawa, umbi ini kini justru lebih menonjol sebagai pangan strategis di Afrika dan Asia Timur. Sejak era Dinasti Liao hingga Dinasti Ming, uwi tercatat diperdagangkan lintas wilayah. Selat Malaka menjadi jalur distribusi utama, menghubungkan produsen dan konsumen di Asia. Di Indonesia, perubahan preferensi konsumsi ke beras membuat uwi kehilangan peran. Budidaya menurun dan pengetahuan agronomis ikut memudar. Model Budidaya Asia Timur China, khususnya Provinsi Yunnan, mempertahankan uwi melalui sistem pertanian berkelanjutan. Teknik pencetakan umbi dan pengaturan masa panen dilakukan untuk menjaga…
Read More
Keraton sebagai Cagar Budaya Nasional: Alasan Fadli Zon Mengambil Alih Inisiatif

Keraton sebagai Cagar Budaya Nasional: Alasan Fadli Zon Mengambil Alih Inisiatif

garudaglobal.net - Langkah Menteri Kebudayaan Fadli Zon menunjuk KGPH Panembahan Agung Tedjowulan sebagai pelaksana pengelolaan Keraton Surakarta menegaskan satu fokus utama negara: cagar budaya nasional tak bisa dibiarkan menunggu konflik internal selesai. Di tengah sengketa suksesi pascawafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII pada 2/11/2025, pemerintah memilih mengambil alih inisiatif demi menjaga warisan budaya yang kondisinya kian memerlukan perhatian. Keraton Surakarta dalam Status Cagar Budaya Nasional Secara faktual, Keraton Kasunanan Surakarta telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya peringkat nasional. Status ini membawa konsekuensi bahwa negara memiliki tanggung jawab langsung terhadap pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatannya. Berdasarkan peninjauan Fadli Zon, banyak bangunan di kawasan…
Read More
Data Pangan Bias Akibat Uwi Disamakan dengan Ubi

Data Pangan Bias Akibat Uwi Disamakan dengan Ubi

GarudaGlobal.net — Kesalahan menyamakan uwi dengan ubi jalar dinilai menciptakan bias data yang berdampak pada perumusan kebijakan pangan nasional. Para peneliti menegaskan bahwa uwi dan ubi jalar merupakan dua komoditas berbeda. Uwi berasal dari genus Dioscorea, sementara ubi jalar berasal dari genus Ipomoea. Perbedaan ini memengaruhi karakter agronomis, produktivitas, dan ketahanan tanaman. Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Dr. Ervizal Amir, menyebut penyederhanaan istilah ini lazim terjadi dalam publikasi nonilmiah. “Uwi sering disebut ubi, padahal secara taksonomi dan sejarah pangan itu tidak tepat,” ujarnya dalam diskusi pangan lokal BRIN, Maret 2024. Dalam sistem pendataan, uwi kerap digabung dengan ubi jalar.…
Read More
Shiddiqiyyah, Spiritualitas yang Menyatu dengan Bangsa

Shiddiqiyyah, Spiritualitas yang Menyatu dengan Bangsa

GarudaGlobal.net—Thoriqoh Shiddiqiyyah menunjukkan bagaimana spiritualitas Islam dapat bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang berkelanjutan. Berakar pada peristiwa Isro’ Mi’roj, ajaran ini berkembang lintas wilayah dan zaman sebelum menemukan momentumnya kembali di Indonesia. Fondasi Shiddiqiyyah lahir dari sikap Abu Bakar Ash-Shiddiq yang membenarkan Isro’ Mi’roj tanpa ragu. Sikap ini membentuk etos kejujuran yang menjadi inti ajaran. Dalam sejarah, etos tersebut berkembang menjadi jalan tasawuf yang menekankan integritas batin dan konsistensi iman. Pada abad ke-9, Syekh Abu Yazid Al-Busthomi membawa Shiddiqiyyah ke masa keemasan. Di Iran dan Irak, ajaran ini menjadi bagian dari tatanan spiritual masyarakat. Kejujuran diposisikan sebagai fondasi relasi sosial dan…
Read More
Ketergantungan Beras, Uwi Terabaikan dalam Sistem Nasional

Ketergantungan Beras, Uwi Terabaikan dalam Sistem Nasional

GarudaGlobal.net — Kebijakan pangan Indonesia menunjukkan konsistensi beras-sentris, dengan implikasi struktural berupa terpinggirkannya uwi dan pangan lokal dari sistem nasional. Sejak kemerdekaan, pangan dirancang sebagai pilar stabilitas. Beras diposisikan sebagai komoditas utama dan simbol kemakmuran nasional. Pilihan tersebut berdampak jangka panjang. Umbi-umbian seperti uwi (Dioscorea spp.), meski memiliki nilai ekologi dan gizi, tidak masuk dalam arsitektur utama kebijakan pangan. Asal-usul Sistem Beras-Sentris Sistem ini berakar sejak masa penjajahan Belanda. Pemerintah penjajah menjadikan beras sebagai instrumen kontrol produksi dan tenaga kerja. Struktur tersebut diwarisi pascakemerdekaan dan diperkuat dalam kebijakan pembangunan nasional. Konsolidasi Era Modern Pada era Orde Baru, negara mengonsolidasikan sistem…
Read More
Riset Ungkap Risiko Ideologis di Ruang Pendidikan

Riset Ungkap Risiko Ideologis di Ruang Pendidikan

GarudaGlobal.net — Sejumlah riset akademik mengindikasikan bahwa ruang pendidikan di Indonesia masih menghadapi risiko paparan ideologi non-Pancasila, menempatkan penguatan pendidikan karakter sebagai agenda strategis negara. Penelitian yang dipublikasikan dalam QIJIS: Qudus International Journal of Islamic Studies pada April 2024 melibatkan 1.167 siswa Madrasah Aliyah di Jawa Timur. Hasilnya menunjukkan 87,5 persen responden menyatakan mendukung Pancasila. Namun, 12,5 persen siswa terindikasi memiliki kecenderungan pada ideologi berbasis agama di luar Pancasila. Selain itu, 21 persen responden menunjukkan sikap intoleran terhadap kelompok berbeda. Temuan Berbasis Data Nasional Riset kolaboratif Badan Intelijen Negara dan Maarif Institute yang dipublikasikan BRIN pada November 2023 memperkuat gambaran…
Read More
Indonesia Puncaki Optimisme Global di Tengah Ketidakpastian Dunia

Indonesia Puncaki Optimisme Global di Tengah Ketidakpastian Dunia

GarudaGlobal.net — Indonesia muncul sebagai negara paling optimistis di dunia pada 2026 berdasarkan survei global yang dirilis Ipsos. Tingkat optimisme masyarakat Indonesia mencapai 90 persen, tertinggi di antara seluruh negara yang disurvei. Capaian tersebut berada jauh di atas rata-rata global yang tercatat sebesar 71 persen. Indonesia mengungguli negara-negara Asia dan Amerika Latin yang juga menunjukkan optimisme relatif tinggi. Survei Ipsos dilakukan secara daring pada 24 Oktober hingga 7 November 2025, melibatkan 23.642 responden dewasa dari berbagai negara. Rentang usia responden disesuaikan dengan konteks masing-masing negara, termasuk 21–74 tahun di Indonesia. Temuan ini muncul di tengah penilaian negatif terhadap kondisi tahun…
Read More
Panas Laut Dalam Ubah Peta Risiko Global, Kategori 6 Mengemuka

Panas Laut Dalam Ubah Peta Risiko Global, Kategori 6 Mengemuka

GarudaGlobal.net — Pemanasan laut dalam kini diidentifikasi sebagai faktor struktural yang mengubah peta risiko badai global, memicu diskusi serius tentang perlunya Kategori 6 dalam klasifikasi siklon tropis. Cadangan panas di kedalaman laut bertindak sebagai “bahan bakar cadangan” bagi badai. Ketika sistem cuaca ekstrem mengaduk permukaan laut, suplai energi tidak terputus, memungkinkan badai mempertahankan intensitas maksimum lebih lama. Risiko yang meningkat bagi ekonomi pesisir Wilayah pesisir global menghadapi ancaman berlapis. Badai yang lebih kuat berarti kerusakan infrastruktur, gangguan logistik, serta tekanan besar pada sistem asuransi dan keuangan publik. Data ilmiah menunjukkan lebih dari separuh badai terkuat tercatat dalam satu dekade terakhir,…
Read More
Uwi dan Strategi Mitigasi Risiko Pangan Indonesia

Uwi dan Strategi Mitigasi Risiko Pangan Indonesia

GarudaGlobal.net — Ketahanan pangan Indonesia menghadapi tantangan struktural di tengah volatilitas global. Konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok internasional memperlihatkan bahwa ketergantungan pada impor pangan meningkatkan risiko ekonomi dan sosial. Sejak perang Rusia–Ukraina pecah pada 2022, pasokan gandum dan pupuk dunia terganggu. Harga pangan melonjak, menekan negara-negara pengimpor. Indonesia, dengan ketergantungan tinggi pada gandum impor, ikut merasakan dampaknya. Dalam lanskap tersebut, diversifikasi pangan domestik menjadi strategi mitigasi risiko. Salah satu komoditas yang mulai didorong kembali adalah uwi ungu, umbi lokal yang adaptif dan berbiaya produksi relatif rendah. Inisiatif ini muncul dari sektor masyarakat sipil. Di Jombang, Jawa Timur, OPSHID FKYME…
Read More
Pendidikan Rasa Jadi Strategi BINLAT Jati Diri Bangsa Kediri

Pendidikan Rasa Jadi Strategi BINLAT Jati Diri Bangsa Kediri

GarudaGlobal.net —  Sebanyak 44 pelajar dan mahasiswa mengikuti BINLAT Karakter Jati Diri Bangsa Indonesia yang digelar di Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia, Selasa (30/12/2025). Kegiatan berlangsung di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran berbasis konteks sejarah. Program pembinaan berlangsung intensif seharian penuh. BINLAT menempatkan pendidikan rasa sebagai strategi pembentukan karakter. Fokusnya pada kesadaran batin, disiplin nilai, dan refleksi personal, bukan sekadar penguasaan materi. Ketua Pusat Pendidikan Rasa, Wawasan, dan Karsa Kebangsaan Indonesia Raya, Suhartono, menegaskan fasilitator telah tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
“Sertifikasi memastikan kualitas pembinaan dan akuntabilitas metode,” ujarnya. Kerangka Pembentukan Karakter Ketua Harian Situs…
Read More