Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Profil Tandyo Budi Revita, lulusan Akademi Militer 1991 kelahiran Surakarta, menarik dicermati karena kariernya merentang dari satuan tempur hingga meja kebijakan pertahanan.
Ia menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di kursi KSAD. Sebelumnya, Tandyo menjabat Wakil Panglima TNI sejak 10 Agustus 2025.
Profil Tandyo Budi Revita: Lahir di Surakarta, Lulus Akmil 1991
Tandyo lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1969. Ia menempuh pendidikan Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 1991, satu angkatan dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Jalur kecabangannya Infanteri, dengan rekam jejak di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Detik, Kompas, CNN Indonesia, Katadata, dan Kumparan melaporkan data kelahiran, pendidikan, dan kecabangan ini secara konsisten.
Dari Sesarcabif hingga Lemhannas
Setelah Akmil, Tandyo menjalani deretan pendidikan dan pelatihan lanjutan. Di antaranya Sesarcabif, pendidikan Para dan Para Madya, Diklapa I-II, serta Dik Pemburu.
Pada 2006 ia mengikuti Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) angkatan XLIV. Pendidikan berikutnya adalah Sesko TNI dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.
Memulai Karier dari Satuan Lintas Udara
Pada 1995, Tandyo menjadi Komandan Tim Khusus Combat Intelligence Yonif Linud 330/Tri Dharma. Satuan lintas udara (linud) inilah yang kemudian kembali ia pimpin.
Pada 2011-2012, ia menjabat Komandan Yonif Linud 330/Tri Dharma dan Komandan Brigif Linud 17/Kujang I. Dua jabatan itu menandai naiknya ia dari level tim khusus ke komando batalyon dan brigade.
Meniti Jabatan Teritorial dan Pendidikan
Pada 2014, Tandyo menjadi Asisten Operasi Kasdam VII/Wirabuana. Setahun kemudian, hingga 2016, ia memimpin Rindam IX/Udayana dan menjabat Komandan Resimen Taruna Akmil.
Posisi di Akmil itu terbilang khas, sebab ia kembali ke almamater untuk membina para taruna. Pada 2016-2017, ia menjabat Komandan Korem 142/Taroada Tarogau.
Dua Kursi di Kementerian Pertahanan
Pada 2018-2019, Tandyo menjabat Direktur Bela Negara di Kementerian Pertahanan. Ia lalu menjadi Direktur Kerja Sama Pertahanan di kementerian yang sama pada 2019-2021.
Dua jabatan ini membedakan Tandyo dari jenderal yang kariernya hampir sepenuhnya di komando satuan. Rekam jejaknya mencakup jalur kebijakan pertahanan, bukan hanya garis komando lapangan.
Menurut profil Kompas, pada 2023-2025 ia menjabat Panglima Komando Gabungan Pertahanan Keamanan Nasional.
Naik sebagai Wakil Panglima TNI
Pada 10 Agustus 2025, Tandyo dilantik sebagai Wakil Panglima TNI. Kementerian Pertahanan juga mencantumkan perannya dalam jabatan itu pada kegiatan resmi April 2026.
Dilantik sebagai KSAD lewat Keppres 106/TNI/2026
Kementerian Sekretariat Negara menyatakan pengangkatan Tandyo didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 106/TNI/Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat. Pelantikan dilakukan Prabowo pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Dalam momen yang sama, Maruli Simanjuntak, KSAD sebelumnya, dilantik sebagai Wakil Panglima TNI. Kedua jenderal itu bertukar posisi.