Investasi Spiritual Shiddiqiyyah: Shodaqoh Lailatul Qadar Tembus Ratusan Juta

Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah

garudaglobal.net — Organisasi Thoriqoh Shiddiqiyyah menunjukkan kekuatan basis massanya melalui penyelenggaraan Pengajian Tasyakkuran lailatul qadar di Jombang, Jawa Timur, pada Senin malam, 15 Maret 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman ini dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah Indonesia, yang tetap solid meski lokasi pengajian sempat diguyur hujan deras.

Selain agenda spiritual, acara ini mencatatkan penggalangan dana spontanitas yang signifikan sebagai bentuk manajemen syukur jamaah atas nilai waktu dan kemuliaan bulan suci.

Akselerasi Filantropi dan Manajemen Syukur

Dalam rangkaian acara tersebut, jamaah secara sukarela memberikan kontribusi finansial yang terkumpul dalam waktu singkat dengan total mencapai Rp119.500.000.

Perwakilan Yayasan Pendidikan Thoriqoh Shiddiqiyyah Pusat menyatakan pada Senin malam (15/3/2026) bahwa dana tersebut merupakan simbol rasa syukur kolektif atas keberkahan malam ketentuan.

“Dari kegiatan shodaqoh tersebut terkumpul dana sebesar Rp119.500.000 sebagai bentuk rasa syukur para jama’ah atas Lailatul Qodar,” tulis keterangan resmi panitia dalam laporannya.

Langkah filantropi ini dipandang sebagai bentuk nyata dari pengamalan ajaran thoriqoh yang menekankan keseimbangan antara ibadah batiniah dan aksi sosial kemasyarakatan.

Baca Juga :  Rumah Layak Huni sebagai Investasi Sosial Kemerdekaan Ramadan

Visi Strategis Mursyid tentang Kemerdekaan

Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi, memberikan arahan strategis mengenai pentingnya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam Mau’idhotul Chasanah pada Senin (15/3/2026), beliau memberikan penilaian tajam bahwa kemerdekaan Indonesia memiliki bobot kualitas yang setara dengan nilai malam Al-Qadar.

“Tentang nilainya Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI itu seperti nilai Al-Qodar khusus bagi bangsa Indonesia. Makanya saya mensyukuri,” tegas Syekh Mukhtarulloh.

Pengajian ini diakhiri dengan doa bersama yang berfokus pada ketetapan iman dan keselamatan nasional, menegaskan posisi Shiddiqiyyah sebagai pilar spiritual yang berorientasi pada ketahanan bangsa. ***

By Ikhsan