garudaglobal.net — Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Jawa Tengah menghadapi tekanan berat setelah PT Victory Apparel Semarang dan PT Samwon Busana Indonesia Jepara resmi dinyatakan bangkrut.
Gagalnya penyesuaian rantai pasok global dan merosotnya pesanan ekspor memaksa dua entitas penanaman modal asing tersebut menghentikan seluruh aktivitas manufakturnya.
Kepala Disnakertrans Jawa Tengah Ahmad Aziz mengungkapkan hasil pemeriksaan keuangan akuntan publik terhadap kedua perusahaan pada Kamis (23/7/2026).
“PT Samwon itu mengalami kerugian selama lima tahun berturut-turut. Sedangkan PT Victory Apparel mengalami permasalahan kerugian sejak akhir 2025,” ujar Ahmad Aziz.
Kerugian Beruntun Dan Efisiensi Berkelanjutan
Anjloknya kinerja keuangan PT Samwon asal Korea Selatan dan PT Victory Apparel asal China terjadi akibat guncangan permintaan pasar internasional pasca-pandemi.
Sebelum memutus rantai produksi sepenuhnya, manajemen telah menempuh skema efisiensi ketat mulai dari pemangkasan jam kerja hingga penghapusan fasilitas lembur pekerja.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal menyoroti eskalasi dampak ekonomi korporasi ini di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
“Kalau perusahaan masih bisa diselamatkan, maka harus diselamatkan. Kalau membutuhkan intervensi kebijakan pemerintah, negara harus hadir,” tegas Said Iqbal.
Penyelesaian Kewajiban Struktur Pesangon Dan Risiko Industri
Sebanyak 807 pekerja PT Victory dan 600 pekerja PT Samwon kini memproses negosiasi hak purna kerja dengan pendampingan pemerintah daerah.
Said Iqbal dijadwalkan meninjau langsung fasilitas produksi kedua pabrik pada Senin (27/7/2026) guna menyusun rekomendasi kebijakan bersama Satgas PHK nasional.
Penghentian operasional PT Samwon per 1 Agustus 2026 makin menegaskan perlunya reformasi insentif dan perlindungan iklim usaha manufaktur padat karya. ***
