Sentimen Energi Global Bergejolak Akibat Surat Terbuka Presiden Iran

Presiden Iran

garudaglobal.net — Presiden Iran Masoud Pezeshkian melakukan manuver diplomasi ekonomi melalui surat terbuka kepada rakyat Amerika Serikat pada Rabu, 1 April 2026.

Langkah ini dirilis tepat saat pasar energi global mengalami guncangan hebat akibat blokade efektif Iran di Selat Hormuz yang memicu krisis suplai.

Pezeshkian secara tajam menyoroti inefisiensi alokasi anggaran militer Amerika Serikat yang dianggap lebih melayani agenda geopolitik Israel dibanding ekonomi domestik.

Ia menggugat transparansi kebijakan “America First” di tengah melonjaknya harga bensin nasional AS yang menembus angka kritis di atas 4 dolar per galon.

Presiden Iran yang dikenal moderat ini memperingatkan bahwa biaya konfrontasi militer akan terus membengkak dan membebani para pembayar pajak di Amerika.

Hanya sepertiga warga AS yang kini mendukung operasi militer, mencerminkan risiko politik besar bagi administrasi Trump di tengah ketidakpastian rencana perang.

“Israel sekarang bertujuan untuk berperang melawan Iran hingga tentara Amerika terakhir dan dolar pembayar pajak Amerika terakhir.” — ujar Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melalui platform X, 1 April 2026.

Baca Juga :  Project Freedom: AS Ambil Kendali Selat Hormuz Saat Harga Minyak Volatil

Dampak Ekonomi dan Instabilitas Rantai Pasok

Konflik yang telah memasuki minggu kelima ini telah menyebabkan kejutan energi global yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak tahun 2022.

Operasi militer “Operation Epic Fury” tidak hanya menghancurkan infrastruktur Iran, tetapi juga memicu inflasi tinggi pada sektor energi di negara-negara Barat.

Pezeshkian mengklaim bahwa Iran sebenarnya mengejar negosiasi dan telah memenuhi semua komitmen nuklirnya sebelum AS menarik diri secara sepihak.

Ia menilai keputusan Washington untuk meningkatkan eskalasi militer merupakan pilihan destruktif yang melayani delusi agresor asing ketimbang stabilitas pasar global.

Proyeksi Gencatan Senjata dan Reaksi Pasar

Sentimen pasar sempat bereaksi terhadap klaim Donald Trump di platform Truth Social yang menyebut pihak Iran telah meminta gencatan senjata segera.

Namun, volatilitas tetap tinggi setelah Teheran secara resmi membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang tidak berdasar secara faktual.

Dalam pidato nasionalnya, Trump menyatakan bahwa tujuan strategis militer hampir tercapai dan AS akan segera melakukan penarikan pasukan secara bertahap.

Baca Juga :  Konflik Trump-Vatikan Ancam Stabilitas Geopolitik dan Ekonomi Global

Meskipun begitu, 67 persen publik Amerika dilaporkan tidak percaya bahwa pemerintah memiliki rencana keluar yang jelas dari pusaran konflik Timur Tengah ini. ***

By Eva