Kemendikbud

Nadiem Makarim Hadapi Sidang Tuntutan dengan Pengawasan Gelang Elektronik

Nadiem Makarim Hadapi Sidang Tuntutan dengan Pengawasan Gelang Elektronik

garudaglobal.net — Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mulai menjalani skema tahanan rumah dengan pengawasan elektronik ketat dalam kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook. Langkah ini diambil setelah Pengadilan Tipikor Jakarta mengabulkan permohonan pengalihan penahanan demi kelancaran perawatan medis pascaoperasi yang dijalani oleh pendiri Gojek tersebut. Penerapan gelang detektor pada kaki terdakwa merupakan implementasi dari Pedoman Jaksa Agung Nomor 4 Tahun 2023 untuk memantau posisi tahanan secara presisi. Hakim Ketua Purwanto S. Abdullah menegaskan bahwa Nadiem dilarang keras merusak atau mengganggu fungsi alat tersebut selama masa penahanan di kediamannya. "Iya (masih pakai gelang detektor), nggak bisa dilepas ini," konfirmasi Nadiem Makarim saat…
Read More
Vonis Korupsi Chromebook: Sri Wahyuningsih Dihukum 4 Tahun Penjara

Vonis Korupsi Chromebook: Sri Wahyuningsih Dihukum 4 Tahun Penjara

garudaglobal.net — Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap mantan Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek, Sri Wahyuningsih, Kamis (30/4/2026). Terdakwa dinyatakan terbukti menyalahgunakan wewenang dalam proyek pengadaan Chromebook tahun 2020-2021 yang memicu kerugian negara senilai Rp2,18 triliun akibat skema kemahalan harga dan monopoli sistem operasi. Putusan ini menyoroti praktik efisiensi anggaran yang terabaikan dalam pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) skala nasional. Hakim memaparkan bahwa pengadaan Chrome Device Management (CDM) senilai Rp621,38 miliar dinilai tidak perlu dan tidak memberikan manfaat signifikan bagi negara, namun tetap dipaksakan melalui petunjuk teknis yang bersifat eksklusif. Dalam amar putusannya, Hakim…
Read More

Analisis Investasi Rp9 Miliar dalam Proyek Restorasi Narasi Sejarah Nasional

garudaglobal.net — Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan mengalokasikan anggaran sekitar Rp9 miliar untuk membiayai proyek penulisan ulang "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global". Proyek ambisius yang terdiri dari 10 jilid utama ini melibatkan 123 penulis dari 34 perguruan tinggi guna menghasilkan naskah komprehensif setebal 7.958 halaman yang siap diakses publik akhir April 2026. Secara profesional, investasi ini dipandang sebagai upaya restorasi aset intelektual nasional mengingat Indonesia belum melakukan pemutakhiran data sejarah dalam skala besar sejak pembaharuan terakhir pada 2008. Namun, efektivitas anggaran ini menjadi sorotan tajam pelaku kebijakan publik setelah munculnya pengakuan menteri yang belum meninjau naskah final saat peluncuran…
Read More