Prestasi Tinggi SEA Games 2025, Tantangan Pembinaan Terbuka

Jetski Asean Games

GarudaGlobal.net — Indonesia mengakhiri SEA Games 2025 dengan posisi kedua dan raihan 91 emas. Secara performa regional, ini merupakan hasil terbaik Indonesia dalam tiga dekade terakhir.

Namun, sejumlah pengakuan atlet mengindikasikan adanya tantangan struktural dalam sistem pembinaan dan pendanaan olahraga nasional.

Investasi Pribadi Atlet

Atlet jetski Aero Sutan Aswar memenangkan emas endurance open di Pattaya tanpa dukungan dana pelatnas. Ia menggunakan jetski sewaan yang dibiayai sendiri, sebuah kondisi yang berisiko dalam cabang olahraga berbasis teknologi.

Pebalap sepeda Rendy Varera Sanjaya bahkan menjual mobil pribadinya untuk membeli sepeda kompetisi. Investasi personal tersebut menghasilkan dua emas dan satu perak bagi Indonesia.

Kickboxing dan Risiko Administratif

Di cabang kickboxing, manajer Rosi Nurasjati tetap berangkat secara mandiri akibat persoalan administratif dengan WAKO. Meski menghadapi keterbatasan peran, cabang ini tetap menyumbang enam medali.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menghargai perjuangan atlet. Pernyataan tersebut menjadi sinyal politik atas pentingnya menjaga kesinambungan dukungan negara.

Prestasi tinggi SEA Games 2025 memperlihatkan kapasitas atlet Indonesia. Pada saat yang sama, kisah pembiayaan mandiri membuka ruang evaluasi kebijakan agar prestasi tidak lagi bergantung pada pengorbanan personal.***

Baca Juga :  Milano-Cortina 2026 dan Sistem Keamanan Berlapis di Olimpiade Musim Dingin
By Ikhsan