GarudaGlobal.net – Persebaya VS Persib pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 digelar Senin, 2 Maret 2026 pukul 20.30 WIB di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, menjadi ujian stabilitas dua entitas kompetitif dalam fase penentuan perburuan gelar musim ini.
Kompetisi memasuki tahap krusial dengan rangkaian laga 1–6 Maret 2026. Penyesuaian waktu kick-off pada pukul 20.30 WIB selama Ramadan tidak mengurangi intensitas persaingan di papan atas.
Persib Bandung memimpin klasemen dengan portofolio performa impresif: 17 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan dari 22 pertandingan. Mereka juga mencatat pertahanan paling efisien dengan hanya 11 kali kebobolan.
Margin tersebut diperkuat kemenangan 5-0 atas Madura United pekan lalu. Dua gol dicetak Ramon Tanque, yang kembali produktif usai fase pemulihan cedera.
“Saya senang karena bisa mencetak gol lagi, membantu tim. Terima kasih kepada rekan-rekan satu tim atas kepercayaan mereka, pelatih dan staf pelatih,” ujar Ramon Tanque dikutip dari laman ILeague, pekan lalu.
Ia menegaskan fondasi performa tim. “Kepercayaan diri berasal dari kerja keras. Kami akan terus melaju,” katanya.
Pada pertemuan putaran pertama, Persib menang 1-0 atas Persebaya melalui gol Uilliam Barros. Hasil itu mempertegas konsistensi mereka dalam pertandingan berintensitas tinggi.
Risiko dan Daya Tahan Tuan Rumah
Persebaya Surabaya memasuki laga dengan dinamika berbeda. Tim asuhan Bernardo Tavares baru memutus tren dua kekalahan melalui kemenangan 1-0 atas PSM Makassar.
Namun, lini depan masih menghadapi kendala. Mihailo Perovic dan Bruno Paraiba belum kembali berlatih bersama tim, menciptakan tekanan pada efektivitas serangan.
Meski demikian, faktor kandang memiliki nilai strategis. Musim lalu, Persebaya mencatat kemenangan 4-1 atas Persib di stadion yang sama.
Implikasi pada Struktur Persaingan
Persija Jakarta dan Borneo FC terus menjaga jarak di papan atas. Dengan selisih poin yang ketat, setiap hasil memiliki implikasi langsung terhadap struktur klasemen.
Persebaya VS Persib bukan sekadar pertandingan rutin. Laga ini menyoroti daya tahan sistem, disiplin taktis, dan konsistensi manajerial dalam fase akhir kompetisi.
Di titik ini, stabilitas menjadi aset utama. Hasil di Surabaya berpotensi menggeser arah narasi perebutan gelar. (*)
