Iran Tolak Proposal AS, Stabilitas Energi Global Terancam Gejolak

Kehancuran akibat serangan Israel di Lebanon

garudaglobal.net — Eskalasi perang Iran memasuki babak baru setelah Teheran secara resmi menolak proposal 15 poin yang diajukan Amerika Serikat pada 25 Maret 2026. Penolakan ini memberikan sentimen negatif pada pasar energi dunia, mengingat posisi strategis Iran dalam rantai pasok minyak global melalui Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan pada 25 Maret 2026 bahwa tidak ada ruang negosiasi selama agresi militer terus berlangsung. “Tidak ada negosiasi yang terjadi dengan musuh hingga saat ini, dan kami tidak merencanakan negosiasi apa pun,” ujar Araghchi dalam pernyataan resmi yang disiarkan Press TV.

Dinamika Kontra-Proposal dan Syarat Reparasi Ekonomi

Teheran merespons dengan menerbitkan kontra-proposal lima poin yang menuntut pembayaran ganti rugi atas kerusakan infrastruktur akibat serangan udara. Selain kompensasi finansial, Iran mendesak pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz sebagai prasyarat utama penghentian konflik bersenjata yang dimulai sejak 28 Februari 2026.

Pernyataan Konsulat Jenderal Iran di Mumbai pada 25 Maret 2026 mempertegas posisi tawar negara tersebut terhadap administrasi Trump. “Iran akan mengakhiri perang pada waktu yang dipilihnya sendiri dan hanya jika kondisi yang ditetapkan terpenuhi,” tulis rilis resmi perwakilan diplomatik tersebut.

Baca Juga :  Lumpuhnya Arsitek Diplomasi Iran: Ali Larijani Tewas dalam Serangan Israel

Implikasi Korporasi dan Keamanan Energi Global

Konflik ini telah mendorong harga minyak mentah melonjak ke angka 114 dolar AS per barel, menciptakan tekanan inflasi pada ekonomi global. Kepala IEA bahkan menyebut krisis ini sebagai tantangan keamanan energi global terbesar dalam sejarah, menyusul ribuan serangan udara yang menghantam infrastruktur strategis.

Hingga 25 Maret 2026, dampak kemanusiaan terus meluas dengan jutaan pengungsi di Lebanon dan Iran serta jatuhnya ribuan korban jiwa. Ketidakpastian mengenai kapan perang iran berakhir terus membayangi prospek pemulihan ekonomi dunia dan stabilitas pasar modal internasional.***

By Eva