09
Mei
garudaglobal.net — Eskalasi militer antara Israel dan Iran pada Mei 2026 telah memicu ketidakpastian pasar global setelah Teheran resmi menutup Selat Hormuz sebagai balasan atas hancurnya infrastruktur pertahanan udara mereka. Blokade jalur perdagangan energi vital ini, dikombinasikan dengan serangan presisi Israel ke fasilitas nuklir Lavisan-Shian, memaksa para pelaku pasar melakukan penilaian ulang terhadap risiko geopolitik di kawasan tersebut secara masif. Kejatuhan rezim di Suriah dan kebijakan boikot perdagangan total dari Turki senilai 9,5 miliar dolar menciptakan hambatan baru bagi stabilitas ekonomi regional. Israel kini memprioritaskan kontrol udara dan laut untuk mengamankan aset strategisnya, sembari mengawasi rekonstituisi milisi proksi yang masih…
